MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

DISIPLIN MENULIS

1 min read

DENPASAR, Media Bali – Menulis merupakan pekerjaan kreatif yang perlu dilandasi kedisiplinan diri tinggi. Agar mampu menghasilkan tulisan, seorang penulis dituntut untuk peka dengan lingkungan dan tak henti membaca.

Demikian dituturkan sastrawan Bali peraih Penghargaan Rancage, Dewa Ayu Carma Citrawati, di Denpasar, Selasa (22/09/2020). Sastrawati asal Klungkung ini menyatakan pada dasarnya ia juga sering mengalami hambatan menulis.

“Proses kreatif untuk melahirkan satu karya itu cukup panjang. Dari buku ke buku ada waktu yang cukup lama, karena saya tipikal orang yang memang lama dalam menyelesaikan suatu buku,” katanya.

Penyebab keterhambatan itu diakui beragam. Jebolan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengaku perlu melakukan sejumlah riset dan memastikan sumber-sumber yang akan dijadikan sumber karya sastranya.

Pelahiran karya melalui riset begitu dialaminya dalam penggarapan karya teranyar kumpulan cerpen Bali “Aud Kelor”. Buku yang diterbitkan tahun 2019 itu berisi 13 cerpen berbahasa Bali, dimana setiap cerpen diproyeksikan menyajikan ide-ide yang baru tentang Bali.

“Ekspektasi saya, dalam karya itu saya dapat menampilkan gambar tentang Bali, sehingga perlu riset dan memastikan sumber pendukung. Kuncinya saya harus disiplin, tak henti-hentinya membaca, bukian saja karya sastra, tetapi juga buku-buku lain, karena tidak menutup kemungkinan inspirasi datang dari buku-buku bacaan umum maupun nonfiksi,” jelasnya.

Melalui proses sedemikian rupa itulah sejumlah karyanya lahir. Sejak 2014 ia telah melahirkan tiga buah buku, yakni “Smara Reka” (2014), “Kutang Sayang Gemel Madui” (2016), dan “Aud Kelor” (2019). “smara Reka merupakan duet saya dengan suami, selain itu karya saya juga dibukukan dalam antologi bersama, baik puisi maupun cerpen,” tutupnya. 005

Selengkapnya : https://mediabaliepaper.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.