MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Komunitas Semal ‘Magambel’ Gelar Workshop Music Digital

2 min read
Sekda Adi Arnawa saat membuka workshop Music Digital 2020 yang diselenggarakan oleh Komunitas Semal Megambel, Abiansemal di Hotel Made Bali, Sempidi, Minggu (20/12)

Sekda Adi Arnawa saat membuka workshop Music Digital 2020 yang diselenggarakan oleh Komunitas Semal Megambel, Abiansemal di Hotel Made Bali, Sempidi, Minggu (20/12)

BADUNG, Media Bali – Komunitas Semal Megambel, Abiansemal, menyelenggarakan Workshop Music Digital 2020. Workshop yang mengambil tema ’’Meningkatkan Kreativitas Melalui Musik Digital Pada Masa Pandemi’’ itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, ditandai dengan pemukulan gong disertai sesi foto bersama di Hotel Made Bali, Minggu (20/12).

 

Acara yang diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) itu dibatasi dengan jumlah peserta 30 orang dari kalangan Komunitas Semal Megambel. Hadir Kadis Kebudayaan, I Gede Eka Sudarwita; Ketua Listibiya Badung, I Gusti Ngurah Ketut Artawan, perwakilan Camat Mengwi dan Abiansemal, perwakilan Lurah Sempidi beserta peserta workshop.

 

Adi Arnawa menyambut baik adanya ide kreatif dari anak muda Komunitas Semal Megambel yang sangat inovatif melalui pelaksanaan acara Workshop Music Digital 2020, yang sangat luar biasa. Terlebih dilaksanakan di tengah pandemic Covid-19 saat ini.

 

’’Kepada Komunitas Semal Megambel saya memberi apresiasi, karena di masa pandemi Covid-19 tetap bisa beraktivitas, sehingga kami selaku pemerintah merasa bangga dan bahagia melihat anak-anak muda sudah berkreativitas, inovatif, adaptif dan tidak menyerah di tengah situasi saat ini,’’ katanya seraya mengingatkan agar dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta selalu memakai master, mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona.

 

Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia,  yang memberikan akses wifi gratis harus dimanfaatkan untuk berinovasi secara digital agar bisa mandiri di era globalisasi oleh wirausaha muda, melalui aplikasi yang dimiliki di wilayah masing-masing sehingga melalui jaman digital 4.0, orang luar akan tahu apa yang dimiliki di masing-masing wilayah itu sendiri.

 

’’Di zaman digital ini mari kita manfaatkan untuk mempromosikan produk kita terutama dalam kegiatan positif, seperti belajar daring. Kepada generasi muda agar menjadi pengusaha modern dengan media digital dan lakukan inovasi-inovasi baru lagi melalui kearifan lokal yang ada,’’ katanya.

 

Sementara Ketua Panitia, I Gede Cita Sastrawan, melaporkan di tahun 2020 merupakan tahun yang berbeda bagi semua orang seperti terjadinya penurunan ekonomi yang dirasakan oleh semua pihak karena adanya wabah Covid-19. Sehingga pada masa pandemi seperti sekarang ini juga berdampak kepada para seniman dimana ruang gerak para seniman sangat terbatas, bahkan perhelatan seni terbesar di Bali yang biasa dilaksanakan setiap bulan Juni-Juli ditiadakan. Hal tersebut membuat seniman yang menggantungkan hidupnya pada kesenian tidak bisa berbuat apa-apa terlebihnya lagi panggung untuk para musisi dan seniman tidak bisa diadakan karena tidak boleh berkerumun.

 

’’Melihat hal tersebut, kami dari Komunitas Seni Semal Megambel ingin membangkitkan kembali semangat para seniman maupun musisi untuk bisa berkarya kembali. Maka dari itu kami dari komunitas akan mewadahi sekaligus sebagai jembatan untuk para seniman/musisi khususnya di Bali agar bisa menuangkan karya-karya yang telah vakum selama kurang lebih 10 bulan,’’ katanya seraya berharap pandemi ini segera berakhir dan aktivitas masyarakat khususnya para seniman bisa kembali normal dan ekonomi kembali pulih. 004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.