MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Dorong Ekonomi Bali, MDA Apresiasi Outlet Penggak Mart di Bangli

3 min read

Media Bali/ist Ketua MDA Provinsi Bali, Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet apresiasi tinggi atas dibukanya outlet Penggak Mart pertama di Desa Adat Metra Tembuku, Kabupaten Bangli, Senin (28/12). 5 Attachments

DENPASAR, Media Bali – Secara tidak langsung di Bali cukup banyak usaha-usaha mini market tersebar dan bisa dikatakan belum seluruhnya mengakomodir kebutuhan atau tenaga kerja bagi masyarakat Bali. Dari persoalan tersebut perlu terobosan untuk membuka outlet baru yang berafiliasi dengan desa-desa adat di Bali.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet membuka resmi outlet Penggak Mart pertama di Desa Adat Metra, Tembuku, Kabupaten Bangli. Tujuannya mendorong perekonomian melalui toko ritel yang didukung oleh prajuru dan krama Desa Adat.

Selain itu, menjadi titik tolak kesadaran dan sikap jengah atas kondisi yang banyak dialami krama adat Bali, selama berpuluh-puluh tahun terutama atas tingginya outflow di sektor riil khususnya sub-sektor ritel.

Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan inisiatif masyarakat dalam mendirikan unit – unit usaha ritel baik yang dimiliki murni oleh Desa Adat maupun hasil kerjasama antara Krama Adat dengan Desa Adat setempat patut diapresiasi karena secara tidak langsung hal ini akan mendorong kemandirian ekonomi di sektor riil dan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan krama adat sendiri.

Berikutnya, peranan MDA Kecamatan dan MDA Kabupaten/Kota diminta untuk proaktif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada Desa Adat sampai entitas usaha adat di sektor riil berupa unit toko ritel terbentuk dan beroperasional dengan baik.

“Penggak Mart Aromaku di wewidangan Desa Adat Metra, seperti halnya Toko Tenten Mart Desa Adat yang sudah terlebih dahulu diresmikan di Desa Adat Tanjung Benoa bisa menjadi model toko yang layak ditiru oleh krama adat dan Desa Adat di Kabupaten Bangli khususnya dan 1.493 Desa Adat lain di Bali,” ujar Ida Pangelingsir dalam sambrama wacana acara peresmian Penggak Mart Aromaku, di Jalan Krisna Banjar Metra Kaja Desa Adat Metra, Tembuku, Bangli, Senin (28/12).

Nyoman Gede Nuada, S.H., didampingi istri Ibu Ketut Alit Andriyani, Pemilik Penggak Mart atau disebut Mitra BSL dalam sambutannya mengatakan rasa bahagia karena sudah dikenalkan dengan PT Bali Sari Linuwih yang merupakan Pusat Distribusi dan Manajemen Ritel yang dimiliki oleh Gabungan Desa Adat dan konsen dalam pengembangan ekonomi adat di sektor riil.

“Jadi dari pandangan kami yang juga kebetulan mengelola 7 unit toko bahan kue dan toko khusus aksesoris, konsep yang dibangun oleh PT Bali Sari Linuwih sangat relevan dan paling memenuhi unsur pengelolaan usaha yang baik serta berkelanjutan,” ucap Nuada.

Pemilik Yayasan Dwipahara ini turut menambahkan bahwa selain sisi bisnis, ia melihat pengembangan sektor riil dalam ekonomi adat di Bali sangat penting untuk dipercepat sehingga mampu menciptakan daya saing bagi orang Bali sendiri.

Nuada yang akrab disapa Mangku Cedar mengaku siap membuka diri untuk memberikan informasi bagi siapapun yang ingin mendirikan Penggak Mart atau Tenten Mart Desa Adat seperti sistem yang diadopsinya melalui kerjasama dengan PT Bali Sari Linuwih (BSL).

Sementara itu, Bandesa Madya MDA Kabupaten Bangli, Jro Ketut Kayana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada salah satu krama adat di Desa Adat Metra, Bapak Nyoman Gede Nuada, yang telah berinisiatif untuk mendirikan Penggak Mart sebagai bagian dari upaya besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adat di sektor riil.

“Keberadaan Penggak Mart di Desa Adat Metra merupakan Penggak Mart pertama di Kabupaten Bangli tersebut menurut Bandesa Madya bisa menjadi contoh bagi krama adat dan Desa Adat di Bangli untuk segera merealisasikan di masing-masing wewidangan Desa Adat,” katanya.

Untuk diketahui, hadir dalam peresmian Penggak Mart antara lain Bandesa Agung MDA Provinsi Bali, Panyarikan Agung, Bandesa Madya MDA Kab. Tabanan, Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kec. Se-Bangli, Manajemen PT Bali Sari Linuwih. Selain itu, hadir pula Ketua Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa, Jro Mangku Wisna untuk mengikuti acara hingga berakhir. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.