MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Polda Bali Terus Dalami Kasus Wedakarna

2 min read

Media Bali/ist Dir. Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, SH. 3 Attachments

Kombes Djuhandani Rahardjo Puro: Sabar, Masih Diproses

DENPASAR, Media Bali – Sepinya kasus Wedakarna bukan berarti aparat kepolisian Polda Bali tak bekerja. Dir. Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, SH. tampaknya tidak ingin berspekulasi terlebih dahulu atas kasus tersebut. Ia tampak sangat berhati-hati karena kasus yang sempat menghebohkan dan mengundang aksi demonstrasi itu masih didalami.

“Ya masih diproses semua, oke. Saya juga baru. Tangan saya satu jadi dikerjakannya satu-satu,” tuturnya dengan senyuman ramah, Jumat (29/1).

Sejumlah wartawan Jumat (29/1) merapat ke Polda Bali, karena mendengar info bakal ada gelar perkara atas kasus – kasus terlapor Senator DPD RI Provinsi Bali Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si., alias Arya Wedakarna atau (AWK).

Ketika hal itu dikonfirmasi, perwira melati tiga itu menyatakan belum. “Siapa yang bilang? (Ada gelar perkara) Informasi siapa? Ya belum, belum (belum ada),” kata Djuhandani Rahardjo Puro.  Dia berharap masyarakat bersabar dan menunggu informasi perkembangan lebih lanjut karena timnya sedang bekerja.

Dari pantauan di lapangan, laporan Wedakarna di Polda Bali sebelumnya adalah dugaan pelecehan terhadap simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali di Nusa Penida dan pernyataan Wedakarna di hadapan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan memakai kondom.

Ada pula kasus simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali, di mana Ida Bhatara Dalem Ped di Nusa Penida dalam potongan rekaman video yang viral, Wedakarna menyebut bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida, seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan sebagai Dewa tetapi sebagai Makhluk Suci.

Kasus Wedakarna yang lain adalah dugaan menganiaya ajudannya menjadi isu publik Bali di tahun 2020. Sebelumnya pula tim KRB diwakili pengacara I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., alias Jro Ong dari Tim Hukum Komponen Rakyat Bali (KRB) bahkan telah bersurat ke Kompolnas, pada 14 Desember 2020 lalu untuk memperoleh kelanjutan kasus penganiayaan tersebut.

Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., Rabu (30/12) lalu turut menanggapi isu atas tokoh publik Wedakarna, yang di tahun 2020 sempat membuat ramai publik Bali, bahkan terjadi beberapa demo atas tindakan yang bersangkutan.

“Prinsipnya adalah persamaan hukum, persamaan kita di mata hukum. Jadi, siapapun dia, yang terkait masalah pidana termasuk pelanggaran lain adalah kedudukannya sama. Ini terus menjadi perhatian dan tetap kita proses, untuk jangka waktunya bukan berarti kita selesaikan cepat ataupun lambat. Hal ini tergantung daripada proses penyidikan yang ada, kita memanggil saksi dan memeriksa yang lain, itu perlu waktu,” tegas Kapolda Putu Jayan. 012

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.