MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Hindari Amputasi dengan Perawatan Luka Diabetes yang Tepat

3 min read

Media Bali/ilustrasi

Oleh : dr. Bella Jayaningrum

Variasi olahan bahan pangan yang begitu beragam disertai dengan semakin mudahnya akses untuk mendapatkannya semakin menunjang peningkatan asupan gula dalam tubuh bagi banyak orang. Sadarkah kita bahwa kelebihan asupan gula sangat berbahaya bagi tubuh kita? Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang sangat erat kaitannya dengan asupan kalori dan gula yang tinggi.

Mengapa DM terdengar begitu menakutkan? Komplikasi dari penyakit ini begitu beragam. Mulai dari kecacatan hingga kematian bisa terjadi akibat komplikasi dari penyakit ini. Namun, salah satu komplikasi yang paling mudah untuk dilihat dan berisiko tinggi menyebabkan kecacatan adalah kaki diabetes atau luka diabetes. Luka diabetes umumnya tampak seperti borok yang muncul di bawah kaki penderita DM dan biasa disertai dengan cairan atau darah yang merembes dari dalam luka. Apabila luka diabetes sudah parah, biasanya luka akan menjadi bau dan menyebabkan penderita dan orang disekelilingnya merasa kurang nyaman. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kaki diabetes bisa mengalami infeksi yang berlanjut hingga memerlukan tindakan amputasi. Sebaliknya, jika luka diabetes dapat diberikan perawatan yang tepat, perkembangan luka kaki diabetes dapat kita cegah.

Bagaimana cara mencegah timbulnya luka pada penederita diabetes? Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan sederhana yang dapat kita lakukan dari rumah :

  • Selalu Gunakan Alas Kaki yang Nyaman

Untuk mencegah timbulnya luka pada kaki penederita diabetes, Anda dihimbau untuk selalu menggunakan alas kaki terutama saat berada di luar ruangan guna menghindari munculnya lecet pada permukaan kaki. Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki Anda, pastikan tidak ada kerikil atau duri yang dapat melukai anda di dalam alas kaki. Jangan menggunakan alas kaki yang terlalu sempit karena bisa menyebabkan lecet pada kaki anda.

  • Jangan Merokok

Rokok merupakan racun utama yang dapat mengganggu sirkulasi darah. Zat-zat yang terkandung dalam rokok juga dapat menyebabkan oksigen dalam jaringan tubuh berkurang sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan luka.

  • Jangan Lupa untuk Memotong Kuku

Saat memotong kuku, anda disarankan untuk sangat berhati-hati jangan sampai melukai kulit disekitar kuku anda. Jangan  ragu untuk meminta bantuan orang lain untuk memotong kuku anda jika anda merasa kesulitan. Membiarkan kuku tumbuh panjang dan tidak terawat juga tidak disarankan karena kuku pun bisa menyebabkan cidera pada kulit disekitarnya.

  • Periksa Kaki anda Secara Berkala

Salah satu komplikasi dari diabetes adalah kehilangan indera peraba atau mati rasa jika komplikasi diabetes sudah mencapai saraf-saraf tepi. Dengan kondisi tersebut, anda bisa saja melewatkan luka-luka kecil seperti lecet dan kemerahan pada kaki anda akibat mati rasa. Jika tidak dilakukan pemeriksaan rutin, luka-luka kecil tersebut bisa meluas menjadi borok. Selalu pastikan kaki anda dalam keadaan bersih dan kering. Aplikasi lotion atau pelembab sangat disarankan. Jangan lupa pula untuk rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memeriksa tanda kerusakan saraf dan organ lainnya.

Pada penderita DM dengan luka diabetes, perawatan luka diabetes sebenarnya terbilang sederhana namun harus dilakukan rutin dan seksama. Untuk merawat luka kaki diabetes Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Kontrol Kadar Gula dalam Darah

Pastikan Anda mengkonsumsi obat yang sudah diresepkan oleh dokter secara rutin untuk mencegah gula darah yang tidak terkontrol. Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan hambatan dalam proses penyembuhan luka. Batasi juga asupan gula anda, ikuti saran dokter untuk menjaga pola makan dengan diet diabetes, olahraga dan penggunaan obat yang tepat dosis secara teratur.

  • Bersihkan Luka

Bersihkan luka dan ganti balutan luka secara berkala. Selalu ingat untuk mencuci tangan baik sesudah maupun sebelum anda menyentuh luka. Bersihkan luka dengan larutan garam fisiologis atau yang biasa disebut NaCl 0.9% dan kasa steril kemudian beri salep antibiotik atau salep yang sudah diresepkan oleh dokter kemudian tutup dengan balutan luka yang bersih seperti kasa steril dan plester luka. Idealnya membersihkan luka dan mengganti balutan luka dilakukan setiap 2 hari.

  • Cukupi Nutrisi dalam Tubuh

Nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat membantu proses penyembuhan luka. Asupan protein yang tinggi sangat disarankan terutama saat proses penyembuhan luka berlangsung. Konsumsi vitamin dan serat yang tinggi juga diperlukan untuk menunjang proses penyembuhan luka.

  • Kontrol dengan Dokter secara Rutin

Dokter akan membantu untuk pengobatan gula darah anda, memantau tanda vital dan organ-organ anda. Dokter Anda juga akan membantu mencegah komplikasi dari diabetes termasuk luka diabetes terinfeksi yang menyebabkan amputasi. Jangan sungkan untuk konsultasi dan berobat kepada dokter untuk mempermudah proses penatalaksanaan penyakit.

Itulah beberapa tips dan kiat yang bisa anda lakukan untuk mencegah munculnya luka diabetes. Bagi penderita diabetes yang memiliki luka diabetes, lakukan langkah-langkah yang disebutkan diatas untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan membantu proses penyembuhan pada luka Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.