MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Kaum Ibu Garda Terdepan Menjadi Kuat di Era Pandemi

3 min read
Dialog Lintas Denpasar Siang’ dengan mengusung tema ‘Kreativitas Ibu-Ibu Dalam Mempertahankan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19’, di Studio Ramayana RRI Denpasar, Senin (1/3)

Dialog Lintas Denpasar Siang’ dengan mengusung tema ‘Kreativitas Ibu-Ibu Dalam Mempertahankan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19’, di Studio Ramayana RRI Denpasar, Senin (1/3). Media Bali/IST

Dialog ‘‘Kreativitas Ibu-Ibu Dalam Mempertahankan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19’’

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster terus memotivasi kaum ibu sebagai garda terdepan dalam rumah tangga untuk terus kuat dan memiliki inovasi yang kreatif dalam melanjutkan perjuangan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dewa Kusuma

Dalam ‘Dialog Lintas Denpasar Siang’ dengan mengusung tema ‘Kreativitas Ibu-Ibu Dalam Mempertahankan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19’, di Studio Ramayana RRI Denpasar, Senin (1/3), Putri Koster menyampaikan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali secara simultan terus mengajak seluruh masyarakat Bali untuk mulai menata Halaman Asri Teratur, Indah dan Nyaman plus bermanfaat (HATINYA PKK) sejak dua tahun silam.

Dia mengatakan, sudah sempat mengunjungi dan melakukan pembinaan di 57 kecamatan se-Bali. Keefektifan program HATINYA PKK ternyata sangat meringankan warga pada saat pandemi ini, karena menambah penghasilan dapat dilakukan dengan menghemat, mengatur dan menata laksana, sehingga mampu menghemat keuangan. “Manfaat dari HATINYA PKK, contohnya cabai akan bisa digunakan untuk masak di rumah, dijual dan bahkan dapat untuk berbagi dengan tetangga. Hal ini tentu dapat menghemat pengeluaran rumah tangga,” ujar Ny Putri Koster.

Setahun lalu PKK berkeliling dengan membawa pesan dari BPOM, supaya warga mewaspadai Rodamin B dan Metamin Yellow yang merupakan pewarna baju, yang kadang digunakan dalam mewarnai jajanan atau kue. Secara masif mensosialisasikan untuk memilah penggunaan pewarna antara untuk makanan dan juga pakaian. ‘’Jangan sampai kita membunuh sel-sel tubuh kita sendiri karena salah mengkonsumsi makanan,’’ katanya.

Dia menambahkan, PKK dan BPOM sudah berkolaborasi sebagai bagian untuk ikut mensosialisasikan program baik dari pusat dan daerah, dengab mengingat peran PKK. Terkait pandemi Covid-19, TP PKK tetap melaksanakan sosialisasi dan imbauan dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul. “Terlebih saat ini anggaran karantina yang mulai habis, sehingga antara masyarakat dengan pemerintah hendaknya menjalin kebersamaan di masa pandemi. Saat imbauan diberikan maka masyarakat juga diharapkan bersedia melaksanakan imbauan tersebut, agar sama-sama dapat menghindari hal buruk supaya tidak terjadi, sehingga solusi untuk tetap sehat dengan tanggung jawab kolektif dapat mengatasi permasalah Covid-19 ini,” tegas Putri Koster.

Dengan turun dan menyapa masyarakat secara langsung merupakan suatu kebanggaan bagi warga saat disentuh pemimpinnya sendiri. Namun pandemi Covid-19 menjadikan program TP PKK Provinsi Bali dilakukan melalui sosialisasi baik melalui media cetak dan media elektronik. “Ini bukan musibah, tetapi sebuah hikmah untuk kita supaya lebih mandiri dan menjadikan pribadi yang lebih kuat,” imbuh Ny Putri Koster.

Kain Endek

Putri Koster mengatakan sebagai ex officio kepala daerah melakukan jemput bola untuk mendukung setiap kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur Bali. Sehingga sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ny Putri Koster membina perajin Bali untuk menciptakan karya yang semakin inovatif, sehingga penggunaan pakaian dengan desain baru akan memacu konsumen untuk membelinya. “Terlebih penggunaan kain tenun tradisional Endek Bali sudah diatur dalam Perda Nomor 04 Tahun 2021, maka inovasi produksi kain endek harus terus dilestarikan. Caranya dengan menghasilkan kainnya di Bali, dihasilkan perajin Bali, dimanfaatkan masyarakat lokal Bali dan dipakai masyarakat luar Bali,” katanya.

Penggunaan kain tradisional Endek Bali saat ini masih diprioritaskan penggunaannya oleh instansi pemerintah dan swasta, namun dengan sinergi antara daerah, kecamatan dan desa penggunaan kain tradisional endek juga nantinya akan digunakan pada saat acara tertentu. “Dari Surat Edaran, mari kita bangkitkan penggunaan kain tradisional endek sehingga produksi kain tradisional endek akan bangkit kembali, dan tanamkan pada diri kita untuk membeli yang merupakan hasil produksi dari tanah pertiwi kita,’’ katanya..

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Denpasar Ni GAN Suarningsih menyampaikan beberapa hal. Diantaranya, BPOM memiliki program TOGA tanaman obat keluarga yang sama sama beriringan dengan program nasional HATINYA PKK. Dengan iklim dan tanah yang subur, maka sangat mudah mengimplementasikan kedua program ini. BPOM juga selalu mensosialisasikan halaman untuk menanam obat obatan.

‘’Berkat sosialisasi yang dilakukan oleh TP PKK mengenai bahaya penggunaan Rodamin B, penggunaannya sudah mengalami penurunan, karena mereka semakin memahami tentang resiko dan bahaya mengkonsumsi makanan yang menggunakan Rodamin B (pewarna kertas),’’ katanya.

Pemberdayaan komunitas pasar untuk melatih melakukan pengawasan mandiri dan jika kedapatan bisa melakukan pembinaan kepada produsen pangannya, dengan sebutan pasar aman.Semua produksi kosmetik wajib memiliki/ mendapatkan nomor notifikasi dari BPOM, sebagai bentuk bahwa produk tersebut sudah aman dan melalui proses evaluasi terkait penggunaan bahan dan tingkat kebahayaan bagi kulit.

 “Untuk mengecek amannya cosmetics masyarakat dapat memastikan melalui cek nomor notifikasi melalui aplikasi ‘cek BPOM dan www.go.id registrasi produk’ sehingga di mana dan kapanpun masyarakat cerdas dapat memproteksi produk yang akan dibeli sebelumnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.