MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Hormati Guru Wisesa, Ikuti MDA dan PHDI

3 min read

Media Bali/ist I Gede Rudia Adiputra

Ketua PHDI Badung: Tokoh Masyarakat Agar ’’Sasana Manut Linggih’’

BADUNG, Media Bali – Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kabupaten Badung, I Gede Rudia Adiputra, sangat menyesalkan pernyataan anggota DPD RI dapil Bali Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si. alias Arya Wedakarna atau AWK yang menganjurkan anak-anak muda Bali membuat dan mengarak ogoh-ogoh serangkaian Nyepi tahun saka 1943.

Mantan Rektor IHDN Denpasar (kini Universitas Hindu Negeri I Gst bagus Sugriwa) itu mengatakan tokoh masyarakat hendaknya menyampaikan sesuatu sesuai dengan sasana manut linggih. Tak pantas seorang Wedakarna mengemukakan hal itu, karena MDA dan PHDI Bali yang disetujui Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama melarang pengarakan ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi tahun saka 1943 akibat pandemi Covid-19.

‘’Di mana posisi kita, kapan kita bicara, dengan siapa, apalagi tokoh masyarakat hendaknya menjadi panutan,’’ kata Gede Rudia ketika dihubungi Rabu (3/3) kemarin.

Rudia mengingatkan sebagai umat Hindu hendaknya menjalankan dua pakem dalam kehidupan bermasyarakat, yakni dharma agama dan dharma negara. Dalam dharma agama, pada saat tawur umat melakukan tawur sesuai dengan ketentuan tawur. ’’Mengingat ogoh-ogoh tidak berkaitan langsung dengan upacara tawur tilem kasanga dan kini masa darurat Covid-19, maka para seka teruna agar mengikuti imbauan Parisada dan MDA, yakni tidak ada pawai ogoh ogoh pada hari Pangrupukan,’’  katanya.

Dia menyatakan ada atau tidak ada ogoh-ogoh, upacara tawur kesanga tetap jalan.

Dalam hal dharma negara, kata dia, sebagai warga negara wajib menjunjung dan menghormati guru wisesa.

’’Mari kita taati anjuran, peraturan, imbauan yang diberikan oleh pemerintah, guru wisesa, baik itu gubernur, bupati, camat, bahkan kepala lingkungan,’’ tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, video instagram Wedakarna berdurasi 59 detik tersebut muncul, Minggu (28/2) lalu dan status; Share IT – Pendapat AWK di @istanamancawarnabali saat ditanya tentang aspirasi ogoh-ogoh mini di Nyepi 2021. Selamat menyongsong Nyepi (admin).

Dalam pernyataan pada video dimaksud, Wedakarna terlihat mengajak generasi muda untuk mengadakan kerumunan pada 13 Maret 2021, yang persisnya dalam momentum pengerupukan atau sehari sebelum Hari Suci Nyepi.

 “Dimintakan pendapat tentang bagaimana sekarang fenomena ogoh-ogoh yang ada di beberapa tempat. Ya saya setuju ya, daripada kita memakan himbauan saja tanpa solusi ya, buat saya ya silahkanlah anak-anak muda Bali dengan satu balegenjur yang mungkin sederhana dengan ada ogoh-ogoh mini sebagaimana ada di beberapa desa, ya silahkan saja. Yang penting Nyepi ini tahun baru saka harus diperingati dengan gembira sebelum kita sipeng begitu. Saya restui kok ga apa-apa. Jadi jangan sampai pemerintah, Majelis Adat, Parisada melarang lagi ogoh-ogoh seperti itu. Yang penting pandemi boleh, tetapi jangan sampai mematikan kreatifitas kita. Pokoknya anak-anak muda, sekaa teruna-teruni, AWK mendukung adanya event-event seperti itu ya. Semangat untuk anak muda,” kata Wedakarna dalam video IG bernama @Aryawedakarna.

Postingan Wedakarna ini justru bertolak belakang dengan semangat dan upaya Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran pemerintah Kabupaten/Kota di Bali, yang tengah berjuang untuk membatasi kerumunan akibat pandemi Covid-19 sampai pada saat ini belum tuntas. Selain itu, Surat Edaran Bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 009/PHDI-Bali/2021 – Nomor 002/MDA-Prov Bali/2021 tentang pelaksanaan Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali. Yang ditandatangani resmi, Selasa 19 Januari 2021 dengan ditandatangani Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Sementara itu, Wedakarna dikonfirmasi terpisah melalui WhatsApp-nya tidak ada balasan. “Mhn izin Jik Wedakarna  izin konfirmasi terkait video niki, tujuan atau harapan yang ingin disampaikan ke pemuda Bali?”. Hingga berita ini diturunkan belum memperoleh balasan. 004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.