MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Pemkab Klungkung Hapus Nama Puputan di Monumen dan Lapangan

2 min read
Nama Lapangan Puputan Klungkung berganti jadi Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe.

Nama Lapangan Puputan Klungkung berganti jadi Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe. MEDIA BALI/IST

Terkait Pemenuhan Persyaratan Usulan Ida Dewa Agung Jambe Jadi Pahlawan Nasional

Pemkab Klungkung mengganti nama dua bangunan monumental di Kabupaten Klungkung, yakni Monumen Puputan Klungkung dan Lapangan Puputan Klungkung. Kini di kedua bangunan tersebut disematkan nama Ida Dewa Agung Jambe sehingga nama Puputan yang dikenang sejak dulu menjadi hilang.

KEPALA Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan pergantian nama ini untuk memenuhi persyaratan pengajuan Raja Klungkung, Ida Dewa Agung Jambe sebagai pahlawan nasional.

Kedua bangunan itu berganti nama menjadi Monumen Ida Dewa Agung Jambe dan Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe. Pelang nama kedua bangunan monumental itu sudah dilakukan pergantian mulai Minggu (7/3). Itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan utama pengusulan Ida Dewa Agung Jambe sebagai Pahlawan Nasional. “Sehingga untuk persyaratan administrasi, sudah terpenuhi semua,” katanya.

Selasa (9/3) ini pun digelar seminar nasional terkait pergantian nama tersebut secara daring bertema “Revitalisasi Nilai-nilai Kepahlawanan Ida Dewa Agung Jambe dalam Memperkuat Soliditas dan Jati Diri Perjuangan Bangsa Indonesia”. Dengan ini, maka persyaratan pengusulan Pahlawan Nasional telah dipenuhi.

“Seminar ini digelar agar masyarakat tahu. Setelah itu berkas usulan akan kami kirim ke Pemprov Bali. Nanti provinsi akan melakukan kajian dan baru disampaikan ke pusat. Nanti pusat ke lapangan untuk melakukan verifikasi usulan,” bebernya.

Pihaknya menargetkan usulan Ida Dewa Agung Jambe sebagai Pahlawan Nasional itu sampai ke Kementerian Sosial pada April 2021 mendatang. Dan besar harapannya usulan tersebut bisa terealisasi. Mengingat batas maksimal pengusulan seorang tokoh sebagai Pahlawan Nasional sebanyak dua kali. “Pengusulan Ida Dewa Agung Jambe sebagai Pahlawan Nasional ini baru yang pertama kali. Semoga usulan langsung diterima sehingga tidak sampai harus mengulang karena batas maksimal pengusulan sebanyak dua kali,” ujarnya.

Sementara itu terkait pembangunan patung Ida Dewa Agung Jambe, menurutnya itu sebagai persyaratan pendukung. Sehingga persyaratan pembangunan patung dapat tidak dilengkapi. “Kalau mau dibuatkan patung setelah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, boleh-boleh saja,” tandasnya. 007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.