MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Insiden Berdarah pada Malam Pangerupukan Dilaporkan ke Polsek

2 min read
Luka robek di kepala korban I Komang Yudiantra, 26, mendapat 8 jahitan.

Luka robek di kepala korban I Komang Yudiantra, 26, mendapat 8 jahitan. MEDIA BALI/IST

GIANYAR, Media Bali – Insiden berdarah terjadi saat malam pangerupukan di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Minggu (14/3) sekitar pukul 01.00 wita. Seorang pemuda I Komang Yudiantra, 26, dikeroyok secara membabi buta oleh sekelompok pemuda di depan rumahnya sendiri, wilayah Banjar Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.

 Dari keroyokan tersebut, Komang yang asli Banjar Pekandelan ini menderita luka robek di kepala sepanjang 6,5 cm, dalam 0,5 cm, dan lebar luka 0,3 cm. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan lukanya mendapat 8 jahitan. Merasa dirugikan atas pengroyokan itu, korban melapor ke Polsek Sukawati malam itu juga.

 Ditemui di kediamannya, Rabu (17/3), korban mengatakan aksi penyerangan secara bersama-sama itu terjadi begitu cepat. Mulanya, korban berada di dalam rumah sedang ngobrol engan beberapa temannya. Kemudian sekitar pukul 01.00 Wita datang dua pemuda menanyakan keberadaan korban.

 “Saya keluar ngecek siapa yang datang. Saya awalnya melihat dua pemuda. Tiba-tiba datang 6 orang lagi naik motor. Tanpa basa basi langsung nyerang,” ujarnya.

 Korban mengaku dalam kondisi terdesak, mencoba membela diri. “Saya dalam posisi terduduk, pas ada kayu saya coba takut- takuti biar menjauh. Tapi kayu itu diambil, saya yang balik dipukul,” jelasnya. Saat itu, korban pun berusaha memeluk kembali kayu tesebut agar tak kena pukul hingga kedua tangan dan paha kanan sampai luka lecet mempertahankan kayu berisi paku. Apesnya, kayunya berhasil direbut oleh pelaku yang kemudian mengarahkan pukulan ke kepala korban. “Saya sudah coba tangkis, tutupi kepala dengan kedua tangan tapi tetap kena,” ungkapnya.

 Merasa semakin terdesak, korban pun lari ke arah utara hendak bersembunyi. “Saya khawatir diserang lagi, maka saya sembunyi. Pas sembunyi itu dah, saya baru merasa sakit di kepala. Cek cek ternyata berdarah,” ujarnya. Mengetahui sekelompok pemuda tersebut telah kabur, barulah korban pulang ke rumahnya meminta pertolongan.

 “Dari kerabat para pelaku ada datang ke rumah malam itu. Mungkin pelaku cerita sudah mukul orang. Disuruhlah saya obati cukup pakai betadin. Ya mana bisa, lukanya terbuka gini,” ujarnya kesal.

 Menurutnya, jumlah yang menyerangnya sekitar 8 orang, dalam suasana saat itu gelap. Dari para penyerang, korban hanya mengenali 3 orang. “Yang nyerang saya banyak. Tapi yang saya lihat dan tahu orangnya. Itu Dewa Solin. Gus Ocok yang cari ke rumah. Dewa Tudik satu lagi, kejadiannya sangat cepat, gak ada 5 menit,” ungkapnya.

 Dari laporan itu, dia berharap Polsek Sukawati segera meringkus para pelaku. Saat dikonfi rmasi, Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Ipda Anak Agung Alit Sudharma mengatakan semua sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. “Benar peristiwa itu terjadi Sabtu saat ngerupuk. Semua sudah kita panggil dan periksa untuk dimintai keterangan kedua belah pihak,” ucapnya.

 Alit Sudharma mengatakan polisi belum melakukan penahanan. “Masih diupayakan damai, nanti saya kasih tahu kalau ada perkembangan, “ pungkasnya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.