MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Jalan Rusak di Jembatan‘Maut’ Gianyar Diperbaiki

2 min read
Suasana di Jalan Jembatan Tukad Petanu, Desa Laplapan, Ubud, Minggu (21/3).

Suasana di Jalan Jembatan Tukad Petanu, Desa Laplapan, Ubud, Minggu (21/3).

    GIANYAR, Media Bali – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gianyar telah memperbaiki jalan rusak di jalan maut di Jembatan Laplapan, Ubud, Gianyar, Sabtu (20/3). Perbaikan dilakukan di bagian aspal dan gorong-gorongnya. Perbaikan yang dilakukan untuk jangka pendek, sementara pengamanan jalan jangka panjang, pihak PUPR Gianyar masih melakukan kajian.

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Astawiguna, Minggu (21/3) mengatakan, meski sudah diperbaiki, namun pihaknya tetap meminta masyarakat harus berhati-hati saat melintas di jembatan tersebut karena secara umum, kontur jalan memang berbahaya.

    “Langkah sementara yang bisa di lakukan adalah melakukan perawatan jalan, memperbaiki jalan dan membersihkan saluran drainase, serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Gianyar untuk penambahan lampu penerang jalan,” ujarnya.

     Dari informasi yang dihimpun, saluran drainase yang tersumbat menyebabkan jembatan selalu tergenang air saat musim hujan. Selain itu, tebing tanah yang terkikis air hujan menumpuk di atas jembatan sehingga jalanan menjadi licin, sehingga kondisi tersebut juga mengakibatkan aspal rusak.

    “Konturnya memang berbahaya. Kami memperbaiki badan jalannya dulu dengan pengaspalan,” ujarnya.

     Saat ini pihaknya masih survei terkait apa yang dibutuhkan. “Tapi kalau hasil survei kami harus memasang railling (pembatas jalan), nanti akan diajukan anggarannya.

     Anggarannya, untuk railling 20 meter sampai 30 meter itu sekitar Rp 100 juta. Yang dibutuhkan atau yang berbahaya itu sekitar 50 meter,” ujarnya.

     Dia mengungkapkan, ada usulan dari anggota DPRD Gianyar agar dilakukan pengangkatan jalan, supaya medannya tidak terjal. Namun hal tersebut dibutuhkan kajian. Selain itu, jika dilakukan pelebaran jalan, kata dia, pembebasan lahan sudah tidak memungkinkan.

     “Beberapa tahun lalu kita sudah perbaiki kawasan berbahaya di sebelah timur. Memang kontur jalannya agak berbahaya. Untuk pembebasan lahan juga tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.

     “Yang pasti bisa kami lakukan adalah pemasangan rambu, sedapat mungkin memberikan struktur keamanan,” tandasnya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.