MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

LPJ Mati, Dishub Ingatkan Hati-hati Lewati Jalan Gunung Sari

2 min read
Mati, Lampu LPJ di TKP Kecelakaan Maut

Mati, Lampu LPJ di TKP Kecelakaan Maut

    GIANYAR, Media Bali – Kecelakaan maut terjadi di bilangan Jalan Raya Gunung Sari, Peliatan, Kamis (18/3) lalu sekira pukul 19.00 WITA. Pascakejadian, sejumlah fakta ditemukan. Selain jalan yang rusak—yang sudah diperbaiki Dinas PUPR Gianyar—lampu penerang jalan (LPJ) di lokasi kecelakan juga diketahui mati.

   Salah seorang warga Banjar Laplapan, Gianyar, Putu Adi, saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan LPJ di kawasan tersebut memang sudah lama mati. “Lampu satunya sudah lama mati, saya sudah tahu situasi, mamang harus hati-hati di sini,” katanya.

    Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat dua titik LPJ yang terpasang. Satu dipasang di timur jembatan dan satunya lagi di barat jembatan. “Saya tidak tau matinya karena apa, yang di timur itu kadang mati kadang idup,” ucapnya.

    Adi menuturkan, selama ini, jika seseorang melewati kawasan tersebut, terlebih saat malam hari, kondisinya memang sangat gelap. Keadaan semakin menuntut pengguna jalan untuk ekstra hati-hati, karena jalan yang sempit. “Memang gelap, jika sudah memasuki jembatan saru (tidak jelas), kadang mobil perlu haluan, kondisi lampu mati pasti ada kaget. Saya saja kadang dari atas juga perlu haluan,” katanya.

    Diingatnya, kecelakaan serupa di kawasan tersebut juga sempat terjadi pada 2017 lalu. Kala itu korbannya adalah seorang yang berprofesi sebagai penerima jasa laundry. Beruntung, kecelakaan itu tidak fatal. Korban selamat, hanya motornya saja yang jatuh ke sungai.

   Terkait matinya LPJ di TKP, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba, tampak berkelit dengan sejumlah alasan. Pertama, LPJ yang mati sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang didominasi oleh hujan, sehingga potensial menimbulkan korsleting dan pohon tumbang.

    Selain itu, pihaknya juga mengaku tidak hanya mengurusi satu LPJ, melainkan ada ribuan. Praktis semuanya tidak bisa dipantau secara keseluruhan. “Ada sekitar 6.700 LJP yang harus kami awasi. Jika ada kurang, warga atau kaling harap melaporkan,” katanya.

   Persoalan LPJ juga diakui terkait dengan pandemi Covid-19. “Kita saling mengertilah, kita akui Covid-19 ini anggaran pemerintah sangat terbatas, Jika hanya mengganti kabel atau membenahi korsleting kita masih bisa. Kalau lainya, maaf, mengganti spare part kami sudah tidak bisa. Kami sudah tidak dikasi ngebon,” keluhnya.

   Berpijak pada kondisi-kondisi itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat pengguna jalan raya bisa lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.