MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Jika Tetap Menolak, Majelis Hakim Bisa Lakukan Upaya Paksa

3 min read
Wayan Sudirta

Wayan Sudirta. MEDIA BALI/IST

Pernyataan Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Terkait Penolakan HRS Terkait Sidang Virtual

Anggota Komisi III DPR RI dari PDI Perjuangan I Wayan Sudirta, SH memberikan komentar terkait sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab alias HRS yang menolak disidangkan secara virtual.

     MENURUT Wayan Sudirta, tak ada alasan bagi HRS untuk menolak persidangan virtual pada masa pandemic Covid-19, selain sudah berlaku umum di banyak negara, sidang virtual di Indonesia didasari oleh Peraturan Mahkamah Agung yang sangat kuat dan tak bisa dipertentangkan dengan ketentuan yang ada dalam KUHAP.

     “Jika masih ada pihak -pihak yang mencoba meragukan keabsyahan dan daya laku Perma Mahkamah Agung Nomor 4 dan Nomor 5 tersebut, saya mempersilahkan yang bersangkutan untuk membaca dan mempelajari secara mendalam isi dan jiwa Undang undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2011 yang telah diubah dengan Undang undang Nomor 15 tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan , khususnya pasal 7 dan pasal 8,’’ kata Wayan Sudirta kepada Media Bali, Senin (22/3).

     Dengan memahami Perma Mahkamah Agung Nomor 4 dan Nomor 5 sebagai lex spesialis atas KUHAP sebagai lex generalis , maka kata Sudirta, Perma Mahkamah Agung tersebut punya eksistensi dan daya laku yang kuat, karena tidak bertentangan dan tidak bisa dipertentangkan dengan ketentuan – ketentuan yang ada dalam KUHAP.

     Berikut wawancara wartawan Media Bali dengan I Wayan Sudirta, anggota DPR Ri dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Bali. Besok PN Jaktim kembali menggelar sidang dengan t e r d a k w a Habib Rizieq Shihab (HRS). Sebelumnya, HRS menolak sidang virtual. Apa saran bapak agar HRS menghormati ketentuan sidang secara virtual?

     Semua pihak yang ada dipersidangan pengadilan, wajib mengikuti penetapan Majelis Hakim, tidak terkecuali bagi terdakwa sendiri, harus menjalankan apa yang diperintahkan Majelis Hakim , termasuk menjalani persidangan secara virtual. Tapi kalau terdakwa tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, terdakwa punya hak untuk diam dan tidak menjawab sama sekali.

     Kalau HRS kembali menolak sidang virtual, apa yang hakim harus lakukan?

    Walaupun seandainya besok terdakwa masih menolak disidangkan secara virtual dan terus bersikukuh tidak mau hadir dalam sidang pengadilan secara virtual, tetapi Majelis Hakim punya kewenangan untuk memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan Terdakwa dengan upaya paksa dengan bantuan pihak kepolisian.

  Apakah seharusnya HRS menghormati keputusan sidang digelar virtual?

     Sidang virtual sudah lazim dilaksanakan diberbagai negara pada masa pandemi covid 19. Begitu pun di Indonesia yang sudah sering melaksanakan sidang virtual dalam berbagai kasus, sejak dikeluarkannya Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 dan Nomor 5 tahun 2020 masing masing bertanggal 25 September 2020 dan 27 November 2020.

    Jika masih ada pihakpihak yang mencoba meragukan keabsyahan dan daya laku Perma Mahkamah Agung Nomor 4 dan Nomor 5 tersebut, saya mempersilahkan yang bersangkutan untuk membaca dan mempelajari secara mendalam isi dan jiwa Undang undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2011 yang telah diubah dengan Undang undang Nomor 15 tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan , khususnya pasal 7 dan pasal 8.

    Dengan memahami Perma Mahkamah Agung Nomor 4 dan Nomor 5 sebagai lex spesialis atas KUHAP sebagai lex generalis, maka Perma Mahkamah Agung tersebut punya eksistensi dan daya laku yang kuat, karena tidak bertentangan dan tidak bisa dipertentangkan dengan ketentuan ketentuan yang ada dalam KUHAP.

    Pada intinya, pelaksanaan sidang virtual merupakan upaya negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena perlindungan terhadap seluruh masyarakat merupakan hukum tertinggi. 001

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.