MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Nenek Reni, Tanggung Jawab Bupati Tabanan

3 min read
Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si.

Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali-Kasus dialami Ketut Reni (76) yang berasal di Banjar Geluntung Kaja Desa Geluntung, Marga, Tabanan berbuntut panjang karena keluarga diduga tidak mau menerima kehadirannya. Nenek Reni pun berharap dirinya dirawat di panti jompo untuk melewati masa tuanya.

“Ya karena kondisi Nenek Reni hidup sebatang kara dilihat dari adat dan anak-anaknya, dan keluarga dekatnya tidak ada mau merawatnya, keluarga baik di tingkat atas atau samping juga begitu. Keluarganya di Jakarta, kebetulan juga saya ikut mengurusnya, tetapi itu tidak ada yang mau menerima,” ujar Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Selasa (23/3) kemarin.

Niatan Reni untuk dirawat di panti jompo, dilandaskan rasa sedih mendalamnya karena sempat diusir anak-anaknya. Ia bahkan, pernah ingin bunuh diri di lintasan kereta api rute jalan raya Cilegon Merak, Sabtu (20/3) Pukul 15.30 Wita.

Prof. Sudiana pun menyinggung masa depan atas nasib Reni kelahiran Geluntung, 9 Juli 1945 ini, oleh sebab diketahui identitas KTP bersangkutan asal Marga, Tabanan, tentu akan ditindaklanjuti Pemkab Tabanan. Bahkan, PHDI Bali pun sudah berkoordinasi dengan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM., untuk mengkomunikasikan bersama Dinas Sosial Tabanan, perihal pemulangan dan atau menyiapkan tempat tinggal yang layak bagi Reni ke depan.

“Jadi kalau KTP-nya di Tabanan, kewenangan pemerintah setempat supaya bisa membantu merawat di Panti Jompo. Sebab, dia ber-KTP Tabanan setidaknya pemerintah Tabanan terlibat dapat memberikan ruang dan menanggulangi yang bersangkutan. Apalagi keluarganya itu diketahui sudah tidak mau menerima,” paparnya.

Prof. Sudiana pun menerangkan kalau Reni sudah dibantu krama Hindu Bali Gusti Mustika yang kebetulan beralamatkan tinggal di Desa Gerem Kecamatan Gerogol Lingkungan Kalibaru II, RT II RW IV, Cilegon, Banten. Gusti Mustika pun tidak bisa terus-terusan merawat Reni, terlebih biaya dikeluarkan tidak sedikit dan pekerjaan Gusti Mustika hanya karyawan biasa.

“Sekarang ini Reni sedang dibantu oleh Bapak Gusti Mustika dan PHDI Banten, ya kan tidak bisa lama membantu kalau begitu. Apalagi Gusti Mustika bukan tergolong pegawai besar, jadi harus Pemkab Tabanan yang ke depan harus membantu. Saya sudah koordinasi dengan Pak Bupati Tabanan, dan yang bersangkutan sudah tahu masalah ini,” terangnya.

Maka dari itu, informasi dari Dinas Sosial Tabanan masih sangat dinanti oleh rekan-rekan krama PHDI Banten dan sekitarnya. Minimal ada kejelasan atas nasib nenek Reni supaya tidak lama menumpang di rumah Gusti Mustika.“Ya mereka menunggu balasan dari Pak Bupati Tabanan dan kalau nenek Reni mau pulang dia minta dipulangkan ke Panti Jompo,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui Reni ini hidup seorang diri pasca suaminya meninggal dunia 18 tahun lalu. Ia bertransmigrasi ke Lampung dan memiliki anak, yaitu Ni Wayan Sukaisih dan Made Wasa. Singkatnya dua anaknya justru tak lagi menjadfi Hindu. Reni berkonflik dengan anak pertamanya, Sukasih dan dia diusir.

Saat peristiwa pengusiran tersebut dan ketika dilanda kebingungan itu Nenek Reni mencoba bunuh diri di atas rel kereta, kejadiannya kereta api tinggal 10-15 menit akan datang. Nenek Reni masih jongkok di atas rel dan beruntung ditolong pegawai di Stasiun Merak.

Nenek Reni pun pamitan dengan petugas kereta api, dia berjalan di sekitar rel. Persisnya di belakang rumah Gusti Mustika ada rel kereta api. Mustika melihat nenek Reni yang nyaris tertabrak, dia menyelamatkan dan membawa ke rumahnya.

“Kereta sore lewat pas Pukul 15.00 Wita, saat kereta akan datang nenek Reni merespon ingin menabrakan diri ke kereta, itu saya lihat di depan mata sendiri. Mungkin belum kehendak Ida Sang Hyang Widhi, seolah-olah ada yang menarik nenek Reni, saat mau meloncat justru kepalanya seperti ditarik. Jatuh harusnya ke depan dia malah jatuh ke belakang,” pungkas Gusti Mustika. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.