MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

PTM 2 Jam Dinilai TM 2 Jam Dinilai Tak Efektif

2 min read
Suasana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di uasana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Gianyar, Rabu (24/3).

Suasana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di uasana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Gianyar, Rabu (24/3). MEDIA BALI/IST

Orang Tua Sarankan 3 Hari PTM, 3 Hari Daring

     GIANYAR, Media Bali – Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah diberlakukan di Kabupaten Gianyar untuk sekolah dasar (SD) dan SMP dinilai kurang efektif oleh orangtua siswa. Sebab, di sekolah mereka hanya belajar selama dua jam, lalu dilanjutkan belajar daring di rumah masing-masing. Hal ini dinilai beban orangtua semakin bertambah, mulai dari waktu dan beban bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi karena harus antar jemput anak.

     Dinas Pendidikan Gianyar saat dikonfi rmasi mengatakan, belajar dua jam ini baru tahap awal. Dalam waktu dekat, setelah evaluasi dinilai baik, maka pembelajaran secara normal akan dilakukan.

    Atas kebijakan PTM yang hanya 2 jam tersebut, sejumlah orangtua siswa menyampaikan keluh kesahnya. Di mana awalnya mereka sangat mengharapkan hal ini terjadi, namun sayangnya, PTM yang diharapkan tidak sesuai keinginan.

      “Siswa di sekolah hanya dua jam, harus antar jemput tepat waktu. Sampai di rumah, justru belajar lagi via daring,” ujar orangtua siswa SMP yang identitasnya minta dirahasiakan.

    Pihaknya pun mengatakan, jika sistem belajar ini berjalan cukup lama, pihaknya tentu akan kewalahan. Sebab dengan ini, biaya yang dikeluarkan relatif lebih banyak dari pada belajar online secara penuh. Belum lagi, antar jemput anak, yang menyebabkan dirinya harus meninggalkan pekerjaan.

    “Kalau begini terus, kami kewalahan. Biaya BBM dan waktu. Kalau mau PTM, lebih baik kasih jam belajar seperti saat situasi normal. Kalau memang ingin memenuhi unsur 50 persen daring dan 50 persen PTM, lebih baik sistem masuk siswanya yang diatur. Misalnya, tiga hari PTM, tiga hari daring. Saya yakin kalau ini dilakukan, bukan hanya orangtua siswa yang diringankan, tapi juga guru,” ujarnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Wayan Sadra meminta orangtua siswa bersabar terlebih dahulu. Sebab pembelajaran PTM dua jam ini baru tahap permulaan. “Ini masih tahap permulaan,” ujarnya.

     Dia pun meminta orangtua siswa terus menanamkan pemahaman protokol kesehatan (prokes) untuk anakanaknya, supaya dalam tahap evaluasi ini, PTM bisa berjalan sesuai harapan. Maka dengan demikian, kata dia, sistem PTM 50 persen akan dirubah menjadi PTM penuh.

     “Setelah dalam beberapa minggu ternyata sudah kondusif, maka sistem 50 persen diubah menjadi full tatap muka, sekarang sudah disiapkan armada antar jemput siswa oleh perhubungan, sehingga semua keluhan masyarakat terjawab,” ujarnya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.