MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Kecam Bom Makasar ,Masyarakat Diharapkan Jangan Panik

3 min read
Ida Panglingsir Agung da Panglingsir Agung Putra Sukahet

Ida Panglingsir Agung da Panglingsir Agung Putra Sukahet.MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali – Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengecak keras aksi terorisme yang dilakukan di Gereja Katedral Makassar. Menurut Ida pangelingsir yang juga Ketua FKUB Bali itu, setiap aksi teroris apapun motivnya adalah kejahatan yang sangat tidak manusiawi dan biadab, serta sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun yang diakui di negara indonesia. Oleh karena itu, setiap aksi teroris samasekali tidak ada kaitannya dengan agama. “Saya , Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, sebagai ketua umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia, atas nama semua FKUB di Indonesia sangat mengecam tindakan teror yang terjadi di depan Katederal Makassar, Sulawesi Selatan,’’ kata Ida Pangelingsir yang juga Bendesa Agung MDA Provinsi Bali itu, Minggu (28/3).

Ida Pangelingsir meminta semua umat beragama di negeri ini, tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian biadab tersebut. ‘’Saya juga meminta kepada semua umat beragama, semua masyatakat Indonesia agar tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak terpancing,’’ katanya seraya menambahkan, biarkan aparat berwenang mengusut tuntas kasus tersebut. “Marilah kita serahkan sepenuhnya tindakan kejahatan terorisme ini kepada negara, kepada pemerintah, kepada aparat yang berwenang untuk mengusut tuntas semua pelakunya,’’ katanya.

Ida Pangelingsir berharap kepada semua warga untuk meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan kerukunan antarumat beragama, toleransi dan persaudaraan sesama anak bangsa di bawah nauangan Bhinneka Tunggal Ika dan serta bingkat NKRI. Hal itu penting untuk agar teroris yang tidak beradab itu tidak dapat bergerak di Indonesia. ‘’Marilah kita selalu kuatkan dan tingkatkan kewaspadaan kita, kerukunan kita, toleransi kita persaudaraan kita, kebersamaan kita dan kebersamaan kita sebagai umat umat beragama dan sebagai anak – anak NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, agar para teroris yang tidak beradab itu tidak dapat lagi bergerak di negara kita tercinta,’’ katanya.

JANGAN PANIK, Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik setelah terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3) pagi. Jenderal Sigit menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) usai aksi tersebut. “Kami sedang dalami dan melakukan olah TKP, untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Sigit, saat dikonfi rmasi di Jakarta, Minggu (28/3). Sigit menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok teroris.

Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus jaringan-jaringan tersebut. “Negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi atau pun serangan teror apapun,” ujar Sigit menegaskan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kepala Densus 88 untuk ke Makassar guna melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut. Menurut Argo, terkait aksi terorisme atau bukan tentunya perintah Kapolri agar Kepala Densus 88 berangkat ke Makassar. Selain itu, di lokasi kejadian telah ada Korwil Densus dibantu serse polda dan polrestabes untuk olah TKP. “Kami sudah gelar police line di sana, dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apa pun kami olah TKP,” ujar Argo pula. Argo memastikan bahwa aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih, 2 April 2021 dan perayaan Paskah, 4 April 2021 mendatang.

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan, dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gerejagereja. “Masyarakat tetap tenang, serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” kata Argo melanjutkan. Peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu. Diduga pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia, setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi. 001/ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.