MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur di Madya Mandala

3 min read
Ida Bhatara Pura Ulun Danu Batur ketika “medal” dari Utama Mandala menuju Madya Mandala untuk mengikuti prosesi Pepada Agung, Minggu (28/3).

Ida Bhatara Pura Ulun Danu Batur ketika “medal” dari Utama Mandala menuju Madya Mandala untuk mengikuti prosesi Pepada Agung, Minggu (28/3/21). media bali/005

BANGLI, Media Bali – Puncak Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun 2021 digelar Minggu (28/3). Upacara yang digelar dalam suasana pandemi Covid-19 dilaksanakan berbasis protokol kesehatan.

Salah satu pelaksanaan upacara yang diadaptasikan dengan kondisi adalah pelaksanaan Pepada Agung yang berlangsung Minggu siang, beberapa saat sebelum persembahan utama. Pepada Agung yang dalam keadaan normal dilakukan layaknya pawai meriah di sepanjang Jalan Raya Batur, kini hanya dilakukan secara “minimalis” di Madya Mandala (Jaba Tengah) Pura Ulun Danu Batur dengan melibatkan hanya beberapa krama adat.

“Pepada Agung adalah bagian penting dari upacara, di mana semua sarana upacara, baik berupa wewalungan, beras, kelapa, dan sebagainya yang dipersembahkan masyarakat subak disucikan melalui prosesi itu. Maknanya mengembalikan hasil bumi kepada Ida Bhatari Dewi Danuh,” kata Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran.

 Ketika ditanya apakah teknis yang diambil pihaknya berpengaruh pada pemaknaan dari upacara tahunan itu, pihaknya secara tegas mengatakan tidak. Pihaknya menjelaskan bahwa selama pandemi, eed atau prosesi upacara tidak berubah, demikian juga makna yang dikandungnya. Hanya pelibatan orang dan teknis upacara yang “didesain adaptif”, dengan melibatkan hanya sedikit orang.

 “Protokol kesehatan juga kita wajibkan. Pangiring, pamedek, dan krama yang terlibat diwajibkan memakai masker, rajin mencuci tangan, dan melaksanakan protokol lainnya. Kami juga desain pola persembahyangannya. Jika di utama mandala penuh, kita arahkan di Jaba Tengah,” jelasnya.

Usai pelaksanaan Pepada Agung, lanjutnya, ritual akan dilakukan dengan persembahyangan utama pincak acara, kemudian pelaksanaan Bhakti Tengahing Dalu yang akan digelar pada pukul 24.00 WITA. Upacara ini menjadi salah satu prosesi yang unik, sebab pelaksanaannya dilakukan tepat pada tengah malam.

 Pada Senin (29/3) adalah pelaksanaan Wayon Ageng, di mana digelar Pepada Penek, yang akan dilakukan dengan mekanisme yang sama. Selanjutnya, pada Selasa (30/3) dilaksanakan Wayon Alit dengan sejumlah rangkaian upacara seperti Maider Gita, Nebengin atau Maicanican dan Ngabuangin.

Mulai Rabu (31/3) hingga Kamis (8/4) dilaksanakan upacara penganyar, sebelum nantinya masineb pada Jumat (9/4). Adapun jadwal penganyar kabupaten/ kota secara berturut-turut yakni Kabupaten Bangli (Rabu, 31/3), Badung (Kamis, 1/4), Gianyar (Jumat, 2/4), Jembrana (Sabtu, 3/4), Tabanan (Minggu, 4/4), Buleleng (Senin, 5/4), Karangasem (Selasa, 6/4), Klungkung (Rabu, 7/4), dan Kota Denpasar (Kamis, 8/4).

 “Kami memberi kesempatan sekaligus mengimbau umat se-Dharma di Bali yang akan bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur untuk tangkil (sembahyang) menyesuikan menurut jadwal penganyar kabupaten/kota. Tujuannya agar tidak berjubel. Demikian juga sudah jadwalkan persembahyangan bagi krama adat kami menurut banjar adat,” jelasnya.

 Pelaksanaan Ngusaba Kadasa diharapkan dapat menjadi momentum untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar pandemi Covid-19 bisa segera berlalu. “Kami sangat harapkan kesadaran umat se-Dharma untuk tetap melakoni protokol kesehatan selama sembahyang, sehingga tetap sehat dan terhindar dari Covid-19,” pintanya.

Pada puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur 2021 sejumlah pejabat penting di Provinsi Bali juga tampak hadir sembahyang. Pada pagi hari tampak hadir di antaranya Gubernur Bali, Wayan Koster bersama jajaran; Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra; dan Bupati-Wakil Bupati Karangasem, Gede Dana-I Wayan Artha Dipa. Sementara itu, pada siang hari tampak hadir Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati; Bupati-Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar; Dandim Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana; Ida Dalem Semara Putra; serta sejumlah tokoh puri se-Bali. 005

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.