MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Satu Semester Bertambah 15.602 Jiwa, Penduduk Badung Melonjak

2 min read
aa arimbawa

aa arimbawa. MEDIA BALI/IST

BADUNG, Media Bali – “Jaen idup di Badung’’ artinya enak Hidup di Badung. Slogan ini tampaknya bukan basa basi. Karena ‘jaen’ hidup di Badung, pertambahan penduduk di kabupaten keris itu melonjak drastis. Pertambahannya sangat tinggi. Dalam satu semester, pada semester 2 tahun 2020, penambahannya mencapai 15.602 jiwa.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Setda Badung, AA Arimbawa, ketika dimintai konfi rmasi pada Rabu (31/3).

 Arimbawa kemudian menyodorkan data perkembangan jumlah penduduk di Badung mulai 2019 lalu. Pada semester 1 tahun 2019 jumlah penduduk Badung mencapai 488.325 jiwa. Bertambah  Badung mulai 2019 lalu. Pada semester 1 tahun 2019 jumlah penduduk Badung mencapai 488.325 jiwa. Bertambah menjadi 490.564 jiwa, pada semester 2 tahun 2019. Selanjutnya bertambah menjadi 492.826 jiwa, pada semester 1 tahun 2020 dan membengkak menjadi 507.428 jiwa pada semester 2 tahun 2020, atau bertambah sebanyak 15.602 jiwa.

 Arimbawa tidak menampik penambahan tersebut akibat adanya pendatang yang bermigrasi ke wilayah kabupaten berbentuk keris tersebut. ’’Memang banyak pendatang yang datang ke Badung,’’ katanya. Berdasarkan jumlah tersebut, sesuai dengan UU no 7 tahun 2017 pasal 191 Kabupaten Badung mendapat jatah wakil rakyat di DPRD Badung 40 kursi.

Pada semester 2 tahun 2019 jumlah penduduk Badung melonjak menjadi 490.564 jiwa. Kemudian pada semester 1 tahun 2020 bertambah menjadi 492.826 jiwa dan pada semester 2 tahun 2020 melesat menjadi 507.428 jiwa. Saat ini pun diperkirakan jumlah tersebut telah bertambah lagi. Berdasarkan jumlah tersebut penduduk tersebut, sesuai dengan UU no 7 tahun 2017 pasal 191 tersebut Badung mendapat jatah wakil rakyat menjadi 45 kursi. Arimbawa menegaskan jumlah penduduk yang disiarkannya itu bukanlah rekayasa. ’’Itu murni data yang sudah diverifi kasi oleh Kemendagri. Buat apa saya menyembunyikan data penduduk. Terebih saat ini penduduk mempunyai KTP-el,’’ katanya.

Dia menegaskan KTP merupakan identitas penduduk atau warga masyarakat yang menyangkut hak dan kewajiban. ’’Perkara hasil coklit (pencocokan dan penelitian, saat pemilu jauh berbeda-red), itu masalah lain. Yang jelas, data di kami resmi dan sudah diverifi kasi Kemendagri. Dimananya kami tidak transparan,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Badung, Wayan Suyasa, usai mengikuti deklarasi kesepakatan bersama di Kantor KPU Badung, menyatakan karena penduduk Badung bertambah menjadi 500.000 lebih, maka Badung mendapat alokasi wakil rakyat 45 kursi. Untuk itu, dia meminta Disdukcapil dan KPU menampilkan data yang trasnparan di wilayah mana akan terjadi penambahan kursi. 004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.