MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

I Ketut Gd Adi Trisna Sugara: Timbang Baik-Buruk PTM

1 min read
I Ketut Gd Adi Trisna Sugara

I Ketut Gd Adi Trisna Sugara. MEDIA BALI/IST

PRAKTISI pendidikan, I Ketut Gd Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd., menilai wacana pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juni 2021 mendatang secara arif. Menurutnya, kebijakan pemerintah itu memang melahirkan dua dampak yang pasti: positif dan negatif.

Ketika PTM diberlakukan, risiko penularan Covid,-19 dipastikan akan ada, utamanya ketika ada salah siswa atau guru yang tertular SARS-CoV-2. “Jika penularan terjadi, tentunya sekolah bisa dilockdown selama beberapa waktu yang ditentukan. Tapi, jika pola pembelajaran daring terus dilakukan, efeknya juga bisa tidak baik pada psikis siswa,” jelasya.

Dihadapkan pada hal itu, pihaknya menilai pemerintah dan insan pendidikan harus memilih, memilah, dan memikirkan dengan baik dan matang. “Dua pilihan itu, baik secara offl ine dan online memiliki sisi positif dan negatif yang harus dipertimbangkan secara matang,” kata sosok yang juga merupakan Bendahara PGRI kota Denpasar.

Terlepas dari sisi positif-negatif tersebut, pihaknya mengingatkan bahwa kebijakan yang dirumuskan pemerintah memang bertujuan untuk menghadirkan dunia pendidikan yang maksimal. “Sekarang yang terpenting adalah kesiapan, uji coba, dan track out. Selebihnya sosialisasi dan pemahaman untuk orang tua yang sangat diperlukan untuk kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan PTM,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap PTM nantinya memang didesain agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan. Oleh karena itu, berbagai sarana pendukung protokol kesehatan wajib disiapkan sekolah.

“Kami menyiapkan sarana protokol kesehatan secara otomatis agar tidak terjadi sentuhan secara langsung. Demikian juga pelaksanaan vaksinasi bagi guru,” jelasnya. 014/005

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.