MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Sipandu Beradat Jaga Stabilitas Desa Adat

2 min read
Ilustrasi sinergi pengamanan wilayah oleh per- lustrasi sinergi pengamanan wilayah oleh personel Polri dan Pecalang. Insert: Sosialisasi Pergub onel Polri dan Pecalang. Insert: Sosialisasi Pergub Sipandu Beradat yang Digelar Polda Bali

Ilustrasi sinergi pengamanan wilayah oleh per- lustrasi sinergi pengamanan wilayah oleh personel Polri dan Pecalang. Insert: Sosialisasi Pergub onel Polri dan Pecalang. Insert: Sosialisasi Pergub Sipandu Beradat yang Digelar Polda Bali. MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali – Tahun 2020, Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan sejumlah regulasi dalam mengatur kehidupan sosial-masyarakat Bali. Salah satunya adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat atau Pergub Sipandu Beradat.

Ketika dirilis pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu, Gubernur Bali yang juga “alumnus” DPR RI tiga kali ini secara tegas mengatakan bahwa kehadiran pergub tersebut merupakan sarana untuk memperkuat keberadaan desa adat dalam upaya mengamankan wilayahnya. Pengamanan tersebut dikonsep berbasiskan Tri Hita Karana dan adat budaya Bali.

“Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam mengintegrasikan dan mensinergikan pelaksanaan kegiatan komponen sistem pengamanan lingkungan masyarakat berbasis Desa Adat dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. Peraturan Gubernur ini bertujuan untuk mewujudkan ketertiban, keamanan, dan ketentraman lingkungan serta perlindungan wilayah dan krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu secara berkelanjutan,” jelas Koster kala itu sebagaimana dikutip dari salah satu media online.

Terhadap keberadaan Pergub Sipandu Beradat itu, sosialisasi pun terus dilakukan, salah satunya sosialisasi yang digelar virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (16/4). Sosialisai itu pun dibuka langsung oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol Drs. Ketut Suardana, S.I.K., M.Si., didampingi jajaran terkait, serta menghadirkan narasumber Brigjen Pol. Purn Drs. Dewa Made Parsana, M.Si., yang merupakan aktor intelektual dalam perumusan Pergub tersebut.

“Pergub ini hadir sebagai upaya untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta, hubungan manusia dengan manusia, serta hubungan manusia dengan lingkungannya,” kata Ketut Suardana.

Oleh karena itu, ia berharap jajarannya dapat mensosialisasikan tugas dan tanggung jawab, serta kewenangan dari Sipandu Beradat untuk mengoptimalisasikan pranata-pranata sosial yang ada di masyarakat. “Saya harap agar segera menyampaikan dan melaksanakan supervisi mengenai penggunaan Sipandu Beradat ini ke Polres dan Polsek jajaran Polda Bali,” ucap Waka Polda.

Sementara itu, Dewa Made Parsana, pada kesempatan itu menyajikan sejumlah poin terkait Pergub Sipandu Beradat. Menurutnya, Pergub Sipandu Beradat dapat mengatasi hambatan dan tantangan dalam memperlancar implementasi dari Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa dan Perpol No 1 Tahun 2021 Tentang Polmas.

 “Di Bali ada ancaman dasa baya yang dapat menganggu Bali, yang disebabkan karena pelanggaran ketertiban umum yang tidak ditangani dan tidak dipedulikan, yang terus berkembang menjadi konfl ik atau ketegangan sosial yang berakhir menjadi berbagai jenis bentuk dasa baya,” katanya.

Lebih jauh, substansi Pergub Sipandu Beradat dapat dibagi dua, yaitu membentuk Forum Sipandu Beradat yang berfungsi sebagai langkah preemtif dan membentuk Bankamda yang berfungsi sebagai langkah preventif. “Peran dan fungsi Forum Sipandu Beradat yaitu sebagai wadah pengkajian dan forum analisis, sebagai terminal/kanal dan anev perkada, pergub, perbub, perwali, ungkap,” tambahya. 005/012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.