MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Kasus Wedakarna Jangan Jalan di Tempat

1 min read
Arya Wedakarna & I Nengah Adi Susanto, SH., MH

Arya Wedakarna & I Nengah Adi Susanto, SH., MH. MEDIA BALI/012

DENPASAR, Media Bali – Pengacara Komponen Rakyat Bali (KRB) I Nengah Adi Susanto, SH., MH., alias Jro Ong menilai kasus Desak MD atas dugaan penistaan agama terhadap adat, budaya, dan umat Hindu di Bali merupakan lecutan dan pengalaman sebagaimana kasuskasus dilaporkan atas terlapor Senator Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si., alias Arya Wedakarna atau (AWK).

Jika sejumlah kasus terkait penistaan agama di Jakarta, telah menetapkan tersangka dan ramai diperbincangkan di berbagai pemberitaan, Jro Ong pun berharap Polda Bali mampu memberikan keputusan sesegera mungkin atas

laporan terhadap Wedakarna.

“Intinya Polri dalam hal ini Polda Bali harus memproses setiap pelecehan atau penistaan agama yang dilakukan oleh siapapun. Termasuk pelecehan agama Hindu yang dilakukan Desak dan AWK. Kasus AWK jalan di tempat dan sangat saya sayangkan,” tegas Jro Ong, Rabu (21/4) kemarin.

Kinerja Polda Bali dinantikan masyarakat mengenai laporan terlapor Wedakarna dalam laporan dugaan pelecehan terhadap simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali di Nusa Penida dan pernyataan Wedakarna di hadapan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan bahwa seks bebas diperbolehkan asal memakai kondom.

Dugaan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali tersebut seperti direndahkan, di mana Ida Bhatara Dalem Ped di Nusa Penida dalam potongan rekaman video yang viral, Wedakarna menyebut bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida, seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan sebagai Dewa tetapi sebagai Makhluk Suci. Ketegasan laporan hasil atas Wedakarna, guna mencegah kejadian atas pelecehan simbol-simbol umat Hindu dan menjaga perasaan masyarakat Bali. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.