MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Pujawali di Pura Segara Taman Ayung dengan Prokes Ketat

2 min read
Jro Mangku Ketut Reda di Pura Segara Taman Ayung.

Jro Mangku Ketut Reda di Pura Segara Taman Ayung.MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali – Bertepatan purnamaning sasih JiyesthaPura Dalem Segara Taman Ayung yang berada di pesisir pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar Timur melaksanakan pujawali secara sederhana, namun tetap menjalankan tatanan upakara dengan baik.

Jero Mangku Pamucuk, Jro Mangku Ketut Reda mengatakan pujawali Pura Dalem Segara Taman Ayung dipuput oleh Ida Rsi Bujangga Wisnawa Kerta Nada dari Geria Bubunan Buleleng sebagai pengrajeg pura, baik dari tatanan upacara dan upakara.

“Pujawali akan dilaksanakan mulai jam  09.00 Wita beserta pangremba pura dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, betara nyejer hanya satu hari, malam kembali masineb,” ujar Jro Mangku ketika sedang persiapan untuk pujawali.

Pujawali tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya di tengah pandemi, yang  hanya melibatkan pengrajeg dan pengremba pura yang pelaksanaanya pun dari pemedek digilir untuk melaksanakan persembahyangan yang bertujuan agar tidak membuka klaster baru di tengah pemerintah menggalakkan pemulihan penyebaran virus covid- 19.

Pihak pangremba sudah mengimbau  kepada pamedek dan pangremba untuk mematuhi prokes dengan baik. Salah satunya menggunakan masker, menjaga jarak dalam persembahyangan dan mencuci tangan sebelum memasuki area utama pura.

Jero Mangku berharap pelaksanaan upakara dapat berjalan dengan baik tanpa meninggalkan tata pelaksanaan sebelumnya. Pihaknya  juga menjelaskan pasungsungan pura terdiri dari  meru tingkat 9 di mana memiliki arti Dewata Nawa Sanga yang berstana adalah Hyang Samudaya yang melambangkan 8 huruf di seluruh penjuru yakni sa, ba, ta, a, na, ma, si, wa memiliki makna unsur kekuatan dari segala penjuru yang berpusat pada satu titik.

Lebih lanjut, pelinggih meru tungpang telu sebagai stana Hyang Trimurti, pelinggih Segara sebagai pelinggih padma, dan pelinggihan paruman sebagai stana para dewata dalam melakukan peparuman (persidangan), dilengkapi bale pawedaan pada utamaning mandala.

Selain itu, di madyaning mandala terdapat dua pelinggih pesimpangan Ida Batara Ratu Gede Dalem Ped dan pelinggih Beji. Pelinggih ini dipugar pada tahun 2005 dengan melanjutkan upakara Ngenteg Linggih yang dilaksanakan bertepatan dengan Piodalan yaitu pada Purnama Jiyestha. Pura ini tempat memuja Beliau dalam manifestasi sebagai Ida Sang Hyang Baruna, penguasa samudera.

“Ngiring astungkarayang jagate mangda sukerta lan nemu kerahayuan sareng sami ring jagatè. Mari kita bersama memohon waranugraha agar kita selamat dan dijauhkan dari penyebaran virus yang sedang merajalela saat ini,” harap Mangku Reda asal Kesiman ini. 014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.