MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Kasus Wedakarna Segera Disidik

4 min read

Dimulai dari Pemeriksaan Saki-saksi

DENPASAR, Media Bali-Dir. Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, SH., mengatakan bahwa kasus terlapor Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si., dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan terus mengalami perkembangan.

“Ya status baru naik sidik, tentu saja saya harus melakukan upaya-upaya penyidikan, seperti memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti,” ujarnya dikonfirmasi Media Bali, Senin (17/5) kemarin.

Sebelumnya surat perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dengan nomor; B/553/V/RES.1.24./2021/Ditreskrimum tertanggal 10 Mei 2021 diterima langsung oleh Koordinator Team Hukum Nusa Bali (THNB) I Putu Pastika Adnyana, SH., di Mapolda Bali, Selasa (11/5) lalu. Dengan turunnya surat dari Ditreskrimum tersebut menandakan kasus dialami Wedakarna resmi naik ke tingkat penyidikan.

Dikatakan Kombes Pol Djuhandani bahwa, pasca libur Idul Fitri 1442 Hijriah, kasus Wedakarna akan kembali dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. “Belum (pemeriksaan saksi), karena masih lebaran kita atur waktu habis lebaran,” ucapnya.

Wedakarna tersangkut kasus atas dugaan mengucapkan beberapa kata yang menyakitkan masyarakat Nusa Penida dan umat Hindu Bali mengenai penodaan dan pelecehan atas simbol-simbol suci yang disucikan masyarakat di Pura Dalem Ped dan Pura Giri Tohlangkir.

Dengan naiknya status penyelidikan ke penyidikan, indikasi status terlapor Wedakarna diduga kuat selangkah lagi menjadi tersangka lewat dukungan saksi-saksi dan bukti-bukti di lapangan atas kasus yang terkait.

“Yang jelas saksi-saksi yang kita panggil kemarin saat lidik akan kita periksa. Lalu bukti-bukti akan kita bawa ke Labfor,” tandas Kombes Pol Djuhandani.

Pengacara Putu Pastika dikonfirmasi terpisah melalui WhatsApp-nya belum memperoleh perkembangan dan rencana pemeriksaan saksi-saksi lebih lanjut dari Polda Bali. “Terkait proses perkembangan perkara AWK, kami serahkan kepada Polda Bali di tingkat sidik, maupun saat pelimpahan nanti ke kejaksaan dan harapan dari kami mewakili seluruh masyarakat Nusa Penida dan masyarakat Bali. Kami akan selalu mengawal perkara ini dari kepolisian Polda Bali, Kejaksaan sampai proses pengadilan nanti dan berharap pengadilan juga nantinya memberikan putusan yang seadil-adilnya terhadap perkara ini, di mana Wedakarna yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 156 KUHPidana dan Pasal 156a huruf a. KUHPidana Dugaan Tindak Pidana Penghinaan dan Penodaan terhadap Simbol-simbol Tuhan/Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasi beliau yang berstana di Pura Dalem Ped,” ucapnya.

Pihaknya masih belum mau mendahului hasil penyidikan dari Polda Bali dan masih akan menunggu perkembangan dari pihak kepolisian.  “Kami Team Hukum Nusa Bali sangat yakin seyakin-yakinnya setelah pemeriksaan beberapa saksi ahli dan saksi korban beserta tiga alat bukti dan 58 barang bukti yang semuanya sudah kita serahkan termasuk termasuk foto-foto dan video secara utuh termasuk berita acara pesangkepan tersebut, dari 43 desa  adat. Jika semua unsur tersebut terpenuhi semua, kami yakin Wedakarna akan menyandang status tersangka dan siap untuk di sidangkan di pengadilan. Apapun dalilnya nanti cara mengujinya itu di pengadilan,” terangnya.

Pastika sebagai Ketua Koordinator Team Hukum Nusa Bali, selalu mengimbau kepada masyarakat Nusa penida supaya tetap tenang dan hormati proses hukum yang sudah berjalan, tentu saja guna menjaga stabilitas di masa situasi pandemi Covid-19. “Kami Team Hukum Nusa Bali bersama masyarakat Nusa Penida, sudah siap sekala-niskala,” tandasnya.

Sementara itu, Senator Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si., dikonfirmasi terpisah melalui WhatsApp-nya belum ada komentarnya menyangkut rencana lebih lanjut pasca kasus yang menimpa dirinya naik ke tingkat penyidikan di Polda Bali.

   “Osa selamat sore Pak Arya Wedakarna, mohon izin komentarnya atas naiknya kasus Bapak dari tingkat penyelidikan ke penyidikan, apa ada rencana langkah hukum berikutnya dilakukan? Matur suksema”. Hingga berita ini diturunkan belum ada balasan dari Senator Arya Wedakarna.

Untuk diketahui, surat perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dengan nomor; B/553/V/RES.1.24./2021/Ditreskrimum tertanggal 10 Mei 2021. Tertuang dalam point 1, tentang rujukan; a) UU Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; b) Laporan Polisi Nomor: LP/409/XI/2020/BALI/SPKT/tanggal 3 November 2020 pelapor Putu Ayu Chandra Dewi; c) Pengaduan Masyarakat Nomor: Dumas/441/XI/2020/Ditreskrimum tanggal 3 November 2020 pengadu Team Kuasa Hukum Nusa Bali; d) Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/386/V/2021/Ditreskrimum tanggal 10 Mei 2021.

Di point kedua isi di dalam surat, tertuang pemberitahuan; perkembangan terhadap perkara diadukan perihal dugaan tindak pidana barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia yang diketahui terjadi pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2017 sekira Pukul 13.00 sampai dengan Pukul 14.30 Wita saat adanya upacara piodalan di Pura Ciwa Kebon Kanginan Jalan Pantai Nyanyi Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri, Tabanan.

 Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156a Ke a KUHP, yang diduga dilakukan oleh Dr. Shri. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS, SE(M.Tru), M.Si., sesuai dengan laporan polisi dan pengaduan tersebut di atas. Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan telah dilaksanakan gelar perkara pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2021 dengan kesimpulan dan rekomendasi gelar adalah untuk kepastian hukum terhadap perkara tersebut dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, kemudian penanganan terhadap laporan polisi dan pengaduan tersebut dapat digabung, yaitu saksi-saksi dalam pengaduan masyarakat digunakan dalam proses penyidikan laporan polisi sehingga rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah pemanggilan terhadap pelapor dan saksi-saksi untuk dilakukan pemeriksaan atau diambil keterangannya. Isi surat tersebut ditandatangani oleh AKBP Ranefli Dian Chandra, S.IK., MH., selaku penyidik Kasubdit III Dir Reskrimum Polda Bali.

Sekadar mengingatkan bahwa dugaan kasus dilaporkan mengenai simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali, di mana Ida Bhatara Dalem Ped di Nusa Penida dalam potongan rekaman video yang viral, Wedakarna menyebut bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida, seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan sebagai Dewa tetapi sebagai Makhluk Suci.

Sedangkan perihal rekaman video AWK tersebut dengan durasi 05.18 menit beredar luas di media sosial dan dianggap telah melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali, pada intinya diduga merendahkan Ida Bhatara Dalem Ped di Nusa Penida. Isi dalam rangkaian rekaman video tersebut juga menyebutkan bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida, seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir, telah dihina dengan dikatakan oleh terlapor bukan sebagai Dewa tetapi sebagai Makhluk.

Kasus lainnya selain dugaan pelecehan simbol suci masyarakat di Nusa Penida, tercatat pula kasus dugaan pernyataan Wedakarna dalam ceramah di SMAN 2 Tabanan yang sudah muncul sejak Oktober 2020. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.