MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Putusan MA Tak Tahan Terdakwa Linda Paruntu, Pelapor Simone Christine Merasa Kurang Pas

3 min read
Pelapor Simone Christine Polhutri (baju coklat) merasa putusan MA membuat dia kecewa terdapat terdakwa Linda Fitria Paruntu (38) atas perkara ITE.

Pelapor Simone Christine Polhutri (baju coklat) merasa putusan MA membuat dia kecewa terdapat terdakwa Linda Fitria Paruntu (38) atas perkara ITE. MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali-Perkara ITE dialamatkan terhadap Terdakwa Linda Fitria Paruntu (38) atas postingan FB-nya yang membuat tersinggung Pelapor Simone Christine Polhutri (50), berakhir atas keluarnya petikan putusan Mahkamah Agung dengan tidak ditahan dan hanya hukuman percobaan selama 1 tahun.

“Saya tentu bertanya-tanya melihat dari putusan PN dan PT, dia sebelumnya dinyatakan hukuman 9 Bulan. Lalu putusan MA menjadi putusan percobaan selama 1 Tahun. Memang dia tidak masuk penjara, saya juga tidak meragukan apapun, tetapi sebagai pencari keadilan saya jadi bertanya-tanya,” ujar Simone, Selasa (27/7) kemarin.

Simone merasa upaya dia mencari keadilan menjadi kurang adil. Ini karena berdasarkan petikan putusan Pasal 226 juncto Pasal 257 KUHAP Nomor 1931 K/Pid.Sus/2021. Mahkamah Agung memeriksa perkara tindak pidana khusus pada tingkat kasasi yang dimohonkan terdakwa.

Di mana menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa Linda Fitria Paruntu tersebut; Memperbaiki Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor 59/PID.SUS/2020/PT.DPS tanggal 8 Desember 2020 yang menguatkan Putusan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 623/Pid.Sus/2020/PN Dps tanggal 27 Oktober 2020 tersebut mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi pidana penjara selama 6 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak akan dijalani oleh terdakwa, kecuali ada perintah lain dalam putusan Hakim oleh karena terdakwa melakukan suatu tindakan sebelum masa percobaan selama 1 tahun berakhir dan pidana denda sebesar Rp3.000.000,- dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp2.500. Selain itu, putusan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim, Selasa 29 Juni 2021 oleh Dr. H. Suhadi, SH., MH., Hakim yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis Dr. Desnayeti M, SH., MH., dan Soesilo, SH., MH. Hakim-Hakim Agung sebagai Hakim-Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis yang dihadiri Hakim-Hakim Anggota serta Misnawaty, SH., MH., Panitera Pengganti dengan tidak oleh Penuntut Umum dan Terdakwa. Untuk salinan Mahkamah Agung RI ditandatangani Panitera Muda Pidana Khusus Suharto, SH., M.Hum.

Surat Putusan MA
Surat Putusan MA. MEDIA BALI/IST

“Saya kaget melihat putusan MA, saya pikir itu membuat saya kecewa dan tetapi tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap aparat kepolisian dan pengadilan. Meski tidak pernah ditahan atau mendekam (terdakwa Linda-red) di dalam penjara, tetapi fakta persidangannya dia dinyatakan bersalah,” katanya didampingi pengacaranya Valentino Webie Hukom, SH.,M.Hum.

Konflik terdakwa Linda ini mencuat atas penghinaan dan pencemaran nama baik muncul sejak Tahun 2019 lalu. Sebelumnya amar putusan dibacakan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukradana, setelah membacakan berbagai pertimbangan hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU ITE dengan pidana penjara selama 9 bulan penjara dan denda Rp3 Juta subsider dua bulan penjara.

Peristiwa ini bermula Maret 2019 di Sekolah SDK Tunas Kasih di Mumbul, Badung, tempat anak terdakwa dan anak saksi korban mengadakan perpisahan kelas VI. Pihak sekolah meminta bantuan wali murid sebagai panitianya. Saksi korban dan empat orangtua lainnya bersedia menjadi wali murid. Sedangkan terdakwa Linda dan suaminya R, komplain atau seolah-olah memancing amarah dengan mencari kesalahan Pelapor Simone di grup WA para orangtua wali, hingga sampai mengutarakan kata-kata tidak pantas di Facebook terhadap sosok Simone. Pihak Simone merasa kesal akhirnya berujung ke hukum ke Ditreskrimum Polda Bali, hingga ke PN Denpasar dan PT Denpasar.

Terdakwa Linda pun sudah pernah dijatuhi hukuman 9 bulan penjara, akan tetapi atas hasil putusan MA kini membuat Simone merasa kecewa, selain tidak memberi efek jera. Simone merasa hukuman terdakwa tanpa dipenjara di masa pandemi, seperti seolah-olah tidak mendapat hukuman yang setimpal.

 “Tidak pernah minta maaf. Saya juga tidak ada dendam,” tandasnya.
Untuk diketahui, anak-anak kelas VI SDK Tunas Kasih melakukan acara di Nusa Penida dengan ceria. Pada tanggal 9 Mei 2019, anak-anak semalam menginap di villa dan esok harinya 10 Mei 2019 Pukul 10.00 Wita mereka dijemput ke Dermaga untuk menuju ke Water Sport. Semua bermain baik, aman, dan sesuai prosedur. Pukul 18.00 Wita orangtua pulang bersama anak-anaknya.

Sedangkan, pada tanggal 13 Juni 2019 adalah Graduation atau hari perpisahan anak-anak. Simone diminta orangtua wali memberi kata sambutan. Acara berjalan lancar, tetapi saat itu Romi suami dari Linda didepan umum diduga melontarkan kata-kata yang menyinggung. Simone memilih diam tidak membalas. Fakta kejadian berlanjut tudingan dilakukan Linda di medsos, Simone lalu melanjutkannya ke tingkat hukum. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.