MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Malak Pengusaha, Oknum Camat di Gianyar Dicopot

2 min read

GIANYAR, Media Bali – Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar akan melaksanakan mutasi pegawai pada Senin (6/9). Dalam pelaksanaan mutasi pegawai tersebut, terungkap salah seorang oknum camat di Gianyar akan dicopot dari jabatannya. Dicopotnya oknum camat tersebut lantaran terbukti suka memalak pengusaha di wilayah kerjanya.

Pencopotan oknum camat ini dibenarkan oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Minggu (5/9). Dikatakan oleh Mahayastra, bahwa selama ia menjabat sebagai Bupati Gianyar ia meminta agar jangan ada pegawai yang bermain-main. Sebab, selama ini ia menyebar orang-orangnya di lapangan.

Untuk mengecek secara langsung kinerja pejabat pemerintahannya dimana selama ini, ia menilai sebagian besar pejabatnya telah bekerja secara serius.

“Tidak ada yang luput dari pantauan saya, di perizinan, sekarang tidak ada lagi pungli. Saya sudah sebar orang-orang saya. Jika ada, langsung saya tindak lanjuti” ujarnya.

Meskipun dalam setiap mutasi pihaknya memilih orang secara selektif, namun ternyata ada oknum pejabat yang menyalahgunakan kepercayaan jabatan yang diberikan bupati.

Hal tersebut ditemukan dalam tingkat camat, dimana seorang oknum camat terbukti telah meresahkan pengusaha, dengan cara memalak. Ironisnya, yang menjadi sasaran palak bukan hanya pengusaha besar.

Tetapi juga pengusaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti pedagang nasi babi guling. “Dalam mutasi ini, seorang camat saya copot karena suka memalak pengusaha, termasuk pedagang babi guling,” katanya.

Mahayastra mengatakan, penindakan pejabat-pejabat nakal bukan dilakukan hanya melalui isu namun telah dilakukan melalui pembuktian. Dimana saat ada informasi masuk, pihaknya langsung mengecek ke lapangan untuk mengetahui kebenarannya

“Jangan main-main di pemerintahan saya, selama saya menjabat, saya bekerja tulus untuk masyarakat Gianyar. Saya tidak mau ketulusan saya dicoreng oleh oknum seperti ini,” tandasnya. 

Politikus PDIP asal Payangan ini pun meminta para Aparatur Sipil Negera (ASN) agar tidak termakan isu fitnah yang kerap beredar dalam mutasi jabatan, Dimana pihaknya dituding melakukan praktik jual-beli jabatan. 

Dimana itu tersebut bukan hanya membuat citranya buruk di mata pegawai, hal tersebut juga dapat menurunkan semangat kerja pegawai.

“Itu merupakan fitnah yang sangat kejam, semua dipilih karena kinerjanya yang baik. Jika ada oknum yang bermain dalam jabatan, silakan sampaikan ke saya nanti tentu ada sanksi tegas untuk oknum tersebut. Namun saya tegaskan, pejabat-pejabat yang selama ini melekat dengan saya. Semuanya tidak ada yang melakukan praktik demikian,” ucapnya.

Mahayastra pun meminta pada ASN di Pemkab Gianyar untuk giat bekerja dan berprestasi. “Mari bekerja secara tulus, tekun dan berprestasi. Karena itu menjadi acuan karier selama saya menjabat Bupati Gianyar,” tandasnya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.