MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Satu Tahun Media Bali

2 min read

Wayan Suyadnya


Pemimpin Umum Media Bali

Hari ini, Selasa 14 September 2021, menjadi hari bersejarah buat Koran Media Bali karena pada tanggal 14 September 2020 setahun lalu, Media Bali untuk pertama kali diterbitkan.

Media Bali terbit dalam bentuk koran cetak, koran digital (epaper) serta online. Sebagai koran digital Media Bali bisa dibaca di mana saja di seluruh dunia asalkan ada internet dengan mengklik mediabaliepaper.com., demikian juga onlinenya Media19.Id bisa dibuka di mana saja. Sementara khusus koran cetak hanya beredar di seputar Bali.

Pada awalnya, banyak yang menduga, Media Bali produk emosional karena berani terbit pada saat pandemi covid-19 sedang berlangsung.  Sempat juga diragukan karena terbit di tengah produk cetak yang diberangus dunia digital, termasuk maraknya media sosial (madsos). Siapa yang masih membaca koran? Nyatanya setahun telah berlalu, Media Bali tetap eksis menjalankan tugas jurnalistiknya.  

Setahun terbit, ternyata Media Bali sudah memiliki pengalaman yang luar biasa. Dipuji dan juga dibenci. Diapresiasi, dan juga dikriminalisasi. Banyak yang memberikan jempol atas keberanian Media Bali memberitakan yang tak diberitakan media yang lain. Pada saat yang sama juga, Media Bali diadukan ke Dewan Pers Jakarta, digugat di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, bahkan dilaporkan ke Polda Bali. Ancaman, upaya intervesi juga hal biasa. Namun begitu Media Bali tak pernah keder. Media Bali tetap menjalankan swadharma sebagai lembaga pers yang berfungsi edukasi, informasi, hiburan dan kontrol sosial. Dalam menjalankan tugasnya, prinsip melekat: tak penting orang senang atau tidak senang, jauh lebih penting untuk tidak melakukan kesalahan dan tetap mempedomani KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers sebagai ‘’kitab suci’’ pegiat jurnalistik.

Sebagaimana tagline; Ajeg Bali untuk Indonesia. Begitulah Media Bali, tak hanya sekadar memajang kalimat indah, melainkan sungguh-sungguh ingin turut serta serta ingin memberikan kontribusi pada ajegnya Bali. Bali yang ajeg, Bali yang agung, Bali yang besar dan kokoh. Kerja-kerja jurnalistik Media Bali diarahkan menuju ke sana. Dari Bali, ajegnya Bali melalui kerja jurnalistik, kita menjaga dan merawat ke-Indonesiaan. Media Bali tak akan membiarkan sedikitpun bibit-bibit sektarian, rasisme, dan upaya memecah belah bangsa yang berbhinneka tungal ika ini. Indonesia harus ajeg dengan empat pilarnya NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tak ada gading yang tak retak. Setahun Media Bali tentu banyak kekurangannya. Desain kurang cakep, tulisan dan editor kurang bersih, konten-kontennya kurang menarik. Demikian juga peredarannya, mungkin ada yang sampainya di tangan pembaca kurang tepat waktu, masih sulit dicari di toko-toko koran atau akses online dan epapernya kurang kenceng dan sebagainya, untuk itu kami mohon maaf semoga setelah setahun ini Media Bali akan menjadi lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.