MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Diserang Lumut, Petani Rumput Laut Merugi

2 min read
Petani rumput laut di pesisir Nusa Lembongan.

Petani rumput laut di pesisir Nusa Lembongan.MEDIA BALI/IST

KLUNGKUNG, Media Bali – Meningkatnya harga rumput laut disaat pandemi membuat para petani rumput laut di Nusa Penida menjadi semangat kembali melakoni mata pencaharian yang ditekuni sejak dulu. Sayangnya, serangan lumut membuat pertumbuhan rumput laut melambat sehingga jadwal panen menjadi mundur.

Kondisi serangan rumput laut ini diungkapkan seorang petani rumput laut asal Nusa Lembongan I Nyoman Muliastika. Menurutnya perkembangan rumput laut yang ia budidayakan sekarang hasilnya tidak begitu bagus. Ini disebabkan ada banyak lumut yang menyerang rumput lautnya.

“Hasil perkembangan panennya sekarang tidak begitu maksimal dulu sebelum Covid-19 kita panen setiap 30 hari sudah besar rumput lautnya, tetapi sekarang masih kecil,” sebutnya.

Kondisi ini membuat para petani sangat kecewa mengingat harga rumput laut saat ini mengalami peningkatan cukup tinggi. “Penjualannya sekarang mengalami peningkatan, dulu sebelum Covid-19 seharga 14 ribu sekarang 16 ribu,” ujarnya.

Jika pada kondisi normal tanpa serangan lumut, para petani bisa memanen rumput laut yang telah berumur 25-30 hari. Sedangkan saat ini, akibat serangan lumut, rumput laut yang sudah berumur 30 hari belum bisa dipanen karena masih berukuran kecil.

Kondisi ini pun dilihat langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Dewa Ketut Sueata Negara pihaknya meninjau tempat petani rumput laut di pesisir Pantai Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.

Saat di lokasi, Bupati Suwirta terus memberikan semangat kepada para petani rumput laut agar terus membangkitkan dan tentunya mengembangkan budidaya rumput laut ini. Mata pencarian masyarakat di Nusa Penida dari dulu memang sangat dikenal mencari rumput laut, meskipun situasi masih di tengah Covid-19, budidaya rumput laut harus tetap dikembangkan jangan sampai punah.

“Mari bersama-sama jaga semangat dan ingat selalu bersyukur, kelestarian rumput laut disini harus dijaga dan terus dikembangkan,” harap Bupati Suwirta. 007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.