MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Jejak Dalem Dimade di Bangli

3 min read
Jejak Dalem Dimade di Bangli

Pura Penataran Agung Dalem Dimade.MEDIA BALI/IST

Pura Penataran Agung Dalem Dimade Guliang Kangin


Pura yang ada di Bali memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang pembangunannya dilatarbelakangi peristiwa sejarah,pemuliaan,kawasan suci,hingga pemujaan kawitan (leluhur) dari klan tertentu.Pura yang terkait dengan pemuliaan kawitan dari klan tertentu salah satunya Pura Penataran Agung Dalem Dimade di Desa Guliang Kangin,Bangli yang terkait dengan Dalem Dimade.

Pande Putu Abdi Jaya Prawira


BANGLI, Media Bali Ida Dalem Dimade merupakan sosok raja yang disebutkan dalam berbagai literatur sejarah Bali. Ketika zaman pemerintahannya, terjadi pemberontakan sehingga beliau berpindah ke wilayah Guliang, dan sebagai bukti Dalem Dimade pernah berada di sana, hingga kini terdapat Pura Penataran Agung Dalem Dimade di wilayah tersebut.

Pura Penataran Agung Dalem Dimade berada di wilayah Desa Adat Guliang Kangin, Desa Taman Bali. Posisinya berada di sebelah utara balai banjar Guliang Kangin, agak masuk beberapa meter ke timur. Kisah awal berdirinya pura diyakini erat dengan kisah pengungsian Dalem Dimade dari keratonnya ketika terjadi pemberontakan.

Bendesa Adat Guliang Kangin, Ngakan Putu Suarsana berbagi kisahnya kepada Media Bali melalui catatan-catatan pra-purana untuk pura tersebut. Dikisahkan saat laskar pemberontak menjejali istana, Dalem ditolong ole I Dewa Kanca Den Bancingah dan I Gusti Brangsinga yang masih setia kepadanya, melalui lubang pada tembok belakang istana, Dalem berhasil dibawa pergi dari puri, lalu rombongan mengiringi pelarian Dalem menyeberangi Tukad Bubuh ke arah barat.

Di tepian sungai, Dalem disambut 300 orang rakyat dari berbagai keturunan lalu menuju Alas Sari (sekarang Blah Pane), dari sana perjalanan dilanjutkan ke utara menuju Desa Tambang Wilah (Desa Adat Guliang Kangin saat ini). Ketika itu Ida Pedanda Bun dari Griya Pejeng turut bersama dengan rombongan Dalem, yang lalu setelah sekian lama para pengiring sepakat membangun puri dan merajan di Tambang Wilah. Hal itu dikarenakan agar tidak lupa memuja kawitan sebab sudah sekian lama mereka meninggalkan rumah asli dan pura-pura pemujaan kawitan.

Pura yang dibangun di Tambang Wilah itu disebut Pura Penataran Agung Dalem Dimade, yang upacara peresmiannya dipimpin Ida Pedanda Wayahan Bun selaku purohita Dalem di sana. Ida Dalem akhirnya kasengguh liang (dikatakan senang) di Tambang Wilah, sehingga Tambang Wilah disebut Guliang saat ini. Pura ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1665 masehi.

Pura yang melaksanakan piodalan setiap Anggarakasih Prangbakat ini menjadi jungjungan masyarakat Desa Adat Guliang Kangin dan para keturunan Dalem yang berasal dari keturunan dinasti Kepakisan.

“Setiap piodalan biasanya masyarakat ramai mengadakan persembahyangan, namun karena kondisi pandemi, saat ini piodalan hanya dilaksanakan secara alit dan jumlah masyarakat yang hadir ikut dibatasi,” ucapnya.

Piodalan di Pura Penataran Agung Dalem Dimade dibagi atas piodalan alit dan piodalan ageng. Piodalan ageng biasanya menyertakan banten nyatur, lengkap dengan wawalen seperti topeng dan baris gede, serta prosesi mapeed dan melasti ke Pancoran Solas, yang merupakan pasucian Ida Bhatara di Guliang. Bendesa mengatakan jika pelaksanaan upacara secara rutin diatur masyarakat Guliang Kangin, sedangkan jika ada Karya Agung, maka pihak puri yang akan menyusun kepanitiaannya.

Palinggih yang berada di mandala utama pura ini terdiri atas jajaran palinggih yang berderet di utara menghadap selatan dan berderet di timur menghadap barat. Di deretan utara menghadap selatan, mulai dari barat terdapat Manjangan Saluang, Gedong Sri Sedana, Gedong Limas Maspahit, Gedong Catu, Gedong Gunung Batur dan Meru Gunung Agung. Sedangkan di posisi sebelah timur menghadap barat, dari sisi utara berjejer palinggih Padmasana, Gedong Bhatara Dalem, Ratu Ngurah Agung, Panggungan. Di sebelah barat Panggungan terdapat Bale Paselang dan Palinggih Dasar atau Ibu Pertiwi. Untuk wilayah jaba (halaman luar) terdapat Apit Lawang yang mengapit Kori Gelung, Bale Gong, Bale Kulkul dan Pura Jabon atau Ratu Gede.

Gedong Bhatara Dalem yang berada di pura ini dapat dikatakan unik, sebab bentuk bangunannya mirip dengan gedong yang ada di Pura Dalem pada umumnya, hal ini diperkirakan mengadopsi konsep yang ada di Pura Mrajan Agung Gelgel, sebagai asal muasal dari Pura Penataran Agung di Guliang ini.

“Kerap kali ada orang yang bersembahyang ke pura ini dari luar daerah, biasanya untuk keperluan matur piuning, dan nunas tirta untuk upacara, khususnya upacara kematian,” ucap Bendesa. abd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.