MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Pedagang Pasar Blahbatuh Diundi untuk Tempati Relokasi

2 min read

Pedagang Pasar Blahbatuh Diundi untuk Tempati Relokasi.MEDIA BALI/IST

GIANYAR, Media Bali – Janji Pemkab Gianyar dalam menyediakan tempat relokasi untuk pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Umum Blahbatuh, akhirnya terpenuhi, Kamis (7/10). Meskipun durasi waktu tidak sesuai, yakni saat itu mereka dijanjikan 1,5 bulan sudah menempati tempat relokasi, dan sejumlah pedagang memilih untuk ngontrak tempat.

Namun dalam pengundian tempat relokasi, jumlah pedagang yang hadir tetap banyak. Lokasi pasar relokasi ini berada di belakang Pasar Yadnya Blahbatuh atau sekitar 100 meter dari pasar yang terbakar. Sebelumnya, ini merupakan tanah semak-semak atau tanah terbengkalai. Saat pembuatan, pemerintah menurunkan alat berat Dinas Pekerjaan Umum Gianyar, baik untuk membabat semak maupun meratakan tanahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan, dalam mengantisipasi kerumunan, pihaknya melakukan pengundian sebanyak dua kali. Adapun jumlah nomor undian sebanyak 604 nomor, terdiri atas 22 toko, 56 kios,187 los dan 339 pelataran.

Di mana tempat yang dibuat ini sudah sesuai SNI, dan memungkinkan untuk jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan covid-19. “Kami sudah pengalaman di pasar relokasi. Luas sekian bisa dimanfaatkan. Karena mereka menaruh keranjang-keranjang, satu kursi duduk. Sudah maksimal itu. Untuk pengundian, kami undi dua kali, mengingat prokes. Sekarang 365, besok sisanya,” ujarnya.

Meskipun saat ini material di tempat relokasi masih berserakan, namun pengundian tersebut atas seizin Bupati Gianyar. Karena itu, pedagang yang telah mendapatkan nomor undian, bisa langsung menyiapkan barangnya di tempat relokasi sesuai nomor undian. “Kami akan cari duwasa bagus start jualan. Mudah-mudahan minggu depan pedagang sudah bisa jualan,” katanya.

Kembali dikatakan, lahan relokasi seluas 54 are ini merupakan milik Desa Adat Blahbatuh. Karena itu, sebelum pasar baru atau pengganti pasar yang terbakar itu dibuat, pengelolaan pasar relokasi ini akan dikerjasamakan. Namun teknis kerjasamanya masih dalam proses pengkajian. “Namanya musibah dikasih tempat dulu, nanti kemungkinan desa adat dapat. Kami akan siapkan kerja samanya,” ungkapnya.

Seorang pedagang Ni Ketut Kotiani  (55) mengatakan, tempat relokasi ini jauh lebih kecil dari los tempatnya dulu berjualan di pasar yang terbakar. Namun karena tidak ada pilihan lain, ia pun tetap mensyukuri. “Mau bagaimana lagi, ya terima saja,” ujarnya. 013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.