MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Anjing Kintamani Harus Dilestarikan

2 min read
Ikon Bangli, Anjing Kintamani harus dilestarikan

Anjing Kintamani menjadi ikon Bangli yang harus dilestarikan. MEDIA BALI/IST

Jadi Ikon Bangli


BANGLI, Media Bali – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membuka Kontes Anjing Kintamani tahun 2021 di depan Patung Monumen Pahlawan Anak Agung Anom Mudita, Minggu (17/10). Melalui kegiatan itu, ia berharap masyarakat semakin mencintai anjing Kintamani, dan anjing Kintamani dapat menjadi ikon bagi Bangli.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Ir. I Wayan Sarma dalam mengatakan keberadaan Anjing Kintamani merupakan salah satu unsur biodiversitas yang menjadi pendukung dari Batur Unesco Global Geopark Network. Trah Anjing Kintamani juga telah mendapat pengakuan sebagai anjing ras dunia dari Federation Cynologique Internationale (FCI) yaitu organisasi Internasional yang membawahi induk organisasi anjing trah seluruh dunia.

Kegiatan bertujuan untuk menjamin kelangsungan pemulia-biakan anjing Kintamani dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing kintamani sebagai anjing kesayangan. Dalam kontes anjing Kintamani ini dibagi menjadi 2 bagian yakni kontes anatomi anjing Kintamani dan lomba ketangkasan untuk semua trah anjing. Kontes anatomi yang dibagi menjadi 2  kategori yakni non stambum dengan 3 tingkatan umur yakni anakan, remaja dan dewasa. Untuk  stambum juga dengan 3 tingkatan umur yakni anakan, remaja dan dewasa, sedangkan lomba ketangkasan meliputi 3 kategori yakni agility, lomba makan dan lomba fashion show.

Sedana Arta mengatakan melalui kontes anjing Kintamani ini pihaknya berharap dapat menggugah masyarakat, khususnya para penggemar anjing Kintamani agar lebih menyayangi anjing Kintamani seperti layaknya anjing ras lainnya, mengingat anjing Kintamani jika dipelihara dengan perawatan yang baik akan mampu menunjukkan intelegensi dan penampilan yang tidak kalah dengan anjing ras lainnya.

Anjing Kintamani Bali tahun 2012 diakui keberadaannya di tingkat Asia oleh Asian Kennel Union (AKU). Ia menyebut jika Pemerintah Kabupaten Bangli akan senantiasa memberikan dukungan terkait pengembangan dan pelestarian anjing Kintamani. Breeder di Bangli menurutnya masih cukup sedikit dibandingkan breeder di luar Bangli, sehingga anjing kebanggaan ini harus diperjuangkan secara serius guna berjaya di tanahnya sendiri.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli dikuatkan dengan ditetapkannya Perda Nomor 04 tahun 2015 tentang Perubahan atas Perda nomor 02 tahun 2010 tentang Kawasan Pelestarian Anjing Kintamani Bali. Pada Perda nomor 04 tahun 2015 ada pengakuan terhadap 3 jenis warna dan campuran pada anjing Kintamani yaitu warna putih, hitam dan anggrek serta pengembangan kawasan pelestarian menjadi Desa Sukawana, Siakin dan Pinggan.

“Apalagi dewan juri mengatakan bahwa anjing Kintamani diakui sudah tercatat sebagai salah satu anjing ras di internasional, cuma perlu beberapa kerja keras selama 9 tahun ke depan sampai tahun 2029. Kalau kita tidak pernah mengadakan kegiatan-kegiatan kemungkinan juga pengakuan itu tidak akan lagi diberikan,” ucapnya.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Bangli agar menyintai produk lokal, seperti anjing Kintamani yang diharapkannya bisa menjadi ikon bagi Bangli sehingga membawa kesejahteraan bagi para pecinta anjing dan breeder di Kabupaten Bangli.  abd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.