MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

‘Domestic Tourism’ Dorong Bangkitkan Ekonomi Bali

2 min read

‘Domestic Tourism’ Dorong Bangkitkan Ekonomi Bali.MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali – Kondisi pariwisata Bali, meskipun sedang dilanda kemerosotan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, namun Pulau Bali tetap menjadi pilihan ke depan sebagai destinasi favorit wisata dunia.

“Di masa yang penuh dengan ketidakpastian terutama dalam Covid-19 saat ini, perolehan data dan informasi melalui survei menjadi hal penting, untuk melihat bagaimana perkembangan ekonomi ke depan dan pada akhirnya bermuara untuk pembentukan arah serta kebijakan ekonomi nasional,” ujar keynote speaker Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam Zoom Meeting Survey dengan tajuk ‘Perkembangan Perekonomian Terkini dan Peran Wisatawan Nusantara untuk Mendukung Bali Bangkit’, dengan dipandu Feri Kristianto yang Kabiro Bisnis Indonesia Provinsi Bali, Selasa (19/10).

Bank Indonesia berupaya supaya analisis data selalu produktif terhadap ekonomi ke depan, maka dari itu kebijakan yang diambil dapat mengantisipasi dan mendorong situasi lebih baik ke depannya. Survei berkala juga untuk mengetahui perkembangan ekonomi, baik survei konsumen, perkiraan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan ekonomi triwulan, hingga survei penjualan eceran.

“Survei dilakukan rutin atau insidental, baik di lingkup Bali dan Indonesia. Tujuan lainnya, BI agar mengetahui perkembangan terkait harga, serta kondisi ekonomi ke depan, hal ini juga berlaku dilakukan bank-bank sentral di Amerika, Australia, dan negara lainnya,” imbuhnya.

Hampir dua tahun sejak akhir 2020, Bali masih bergantung dengan wisatawan Nusantara sehingga dari itu penting diketahui prevalensi hubungan domestic tourism di Bali, bahkan disinyalir dapat meng-cover ekonomi dalam sebuah negara. Domestic tourism juga dapat menyewa hotel, mobil, membeli makanan di tingkat lokal, dan berbelanja aneka souvenir, serta lainnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda membahas perencanaan tourism di Bali dan membangun kembali lokasi tujuan wisata yang bisa dijangkau, ditunjang kemampuan daya beli tamu yang bisa dijangkau, semacam tiket, transportasi, hingga hotel.

“Baik wisman dan wisnus, long of stay dari wisman lebih tinggi dari wisnus, kalau wisman bisa 99 hari sedangkan wisnus bisa hanya 4 hari. Termasuk nilai belanja wisman jauh lebih banyak, maka kekuatan wisman lebih tinggi dari wisnus,” terangnya.

Sementara John Safenson, VP of Market Management Accommodation and Experience, Traveloka, di masa Covid-19 masih beruntung ada orang Indonesia yang keluar melakukan perjalanan, baik melalui udara, darat, dan laut. Saat ini, katanya, tidak bisa pula diharapkan lebih banyak dari market domestik untuk membeli mahal. Sebab suplai lebih besar daripada demand, orang-orang Indonesia yang datang ke Bali masih sedikit, di sisi lain keadaan bandara masih cukup menegaskan, bahkan pesawat yang parkir hanya 1 atau 2 pesawat. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.