MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

24 Oktober 2021, Kepengurusan PHDI WBT Dinilai Telah Berakhir

2 min read
Surat instruksi PHDI Pusat masa bhakti Tahun 2021-2026 berisi penegasan masa jabatan 5 Tahun dari Ketum Pengurus Harian Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sudah habis sejak 24 Oktober 2021.

Surat instruksi PHDI Pusat masa bhakti Tahun 2021-2026 berisi penegasan masa jabatan 5 Tahun dari Ketum Pengurus Harian Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sudah habis sejak 24 Oktober 2021.MEDIA BALI/IST

DENPASAR, Media Bali-jelang pelaksanaan Mahasabha XII PHDI Pusat pada tanggal 28 – 31 Oktober 2021, baik secara hybrid (luring dan daring) yang rencananya bertempat di Sultan Hotel, Jakarta, menuai penolakan dari warga simpatisan Aliansi Hindu Nusantara di Kota Denpasar, Bali, Senin (25/10).

            Surat instruksi pun lantas dikeluarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti Tahun 2021-2026 versi Mahasabha Luar Biasa (MLB).

            Dalam beberapa point disampaikan pada instruksi surat bernomor: 01/PHDI.PH/INS/X/2021, tertanggal 25 Oktober 2021, masih berupaya memperjuangkan memurnikan PHDI dari pengaruh Sampradaya Transnasional Hare Krishna, Sai Baba dan lainnya, demi meng-ajeg-kan tradisi serta adat istiadat, budaya di Bali.

            “Bahwa Pengurus PHDI 2016-2021 demisioner yang dipimpin oleh; Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana dan Ketua Umum Pengurus Harian Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, secara hukum telah habis masa jabatannya selama 5 Tahun, tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2021 Pukul 24.00 WIB,” terang Point 1, tertulis dengan ditandatangani resmi oleh Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat periode 2021-2026, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia dan Sekretaris Komang Priambada, SE.

            Berikutnya, secara tegas disampaikan pula di Point 2: Bahwa masa jabatan 5 Tahun sebagaimana dimaksud pada butir 1 di atas, terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2016, yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga PHDI; Pasal 6 Ayat (1) untuk Dharma Adhyaksa dan Anggota Sabha Panditha; Pasal 7 Ayat (1) untuk Ketua Umum dan Pengurus Harian lainnya; dan Pasal 8 Ayat (1) untuk Sabha Walaka yang ditetapkan dan ditandatangani oleh Pimpinan Sidang dalam Mahasabha XI di Surabaya.

            IB Dunia menambahkan di Point 3: Dengan berakhirnya masa jabatan pengurus PHDI Pusat 2016-2021 demisioner, maka setelah tanggal 24 Oktober 2021 Pukul 24.00 WIB, seluruh keputusan kebijakan dan rencana kegiatan pengurus PHDI masa bhakti 2016-2021, baik yang dilimpahkan atau tidak dilimpahkan, termasuk penyelenggaraan Mahasabha XII tanggal 28-31 Oktober 2021, dinyatakan tidak sah, gugur, dan tidak berlaku lagi.

            “Dan di Point 4; Berdasarkan uraian pada butir 1, 2, dan 3 di atas, diperintahkan kepada seluruh pengurus PHDI demisioner dan panitia Mahasabha XII, untuk menghentikan segala bentuk kegiatannya, karena mandat yang diberikan telah gugur oleh ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PHDI,” terangnya.

            Beberapa hari ke depan jelang Mahasabha XII, IB Dunia berharap komponen Hindu Bali dan di seluruh tanah air bersuara lantang dan tegas atas agenda Mahasabha XII, tidak perlu untuk dihadiri.

            “Memerintahkan kepada seluruh Pengurus PHDI Provinsi, Kabupaten/Kota, untuk tidak menghadiri Mahasabha XII baik secara luring maupun daring,” pungkasnya. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.