MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Forkom Taksu Bali Galang Dukungan untuk Sulinggih Nusantara, Keluarkan Sampradaya dari Tubuh PHDI

2 min read
Pertemuan Forkom Taksu Bali menyatukan dukungan demi mengeluarkan Sampradaya asing ditubuh PHDI, Rabu (27/10/2021).

Pertemuan Forkom Taksu Bali menyatukan dukungan demi mengeluarkan Sampradaya asing ditubuh PHDI, Rabu (27/10/2021).

DENPASAR, Media Bali-
Jelang Mahasabha XII pada 28 s.d. 31 Oktober 2021, membuat para simpatisan baik organisasi, yayasan, paguyuban, dan pasemetonan dari Forum Komunikasi (Forkom) Taksu Bali bergerak melakukan pertemuan diskusi mempersatukan dukungan.

Pertemuan yang digelar di Aula D’tukad Kolam Pancing Desa Budaya Kertalangu, Tohpati, Kesiman, Denpasar Timur, tersebut bertujuan menggalang dukungan dan mengawal Sulinggih Dresta Nusantara untuk membuat Bhisama pelarangan Sampradaya asing, termasuk Hare Krishna, Sai Baba, ISKCON di tubuh PHDI.

Menurut Sekjen Forkom Taksu Bali Khismayana Wijanegara, komitmen dan perjuangan bersama yang hampir berjalan dua tahun terakhir tersebut demi memberantas Sampradaya Asing, Sai Baba, ISKCON di Bali. 

“Tetap dan mari kita menyatukan komitmen berjuang dalam memberantas adanya aliran-aliran seperti Sampradaya, Hare Krishna, Sai Baba, ISKCON di Bali,” katanya, Rabu (27/10) kemarin malam.

Ketua Umum Forkom Taksu Bali Jero Mangku Wisna (JMW) mengatakan pergolakan di tubuh PHDI harus segera diakhiri dengan memberantas aliran Sampradaya asing di tubuh PHDI, yang merupakan rumah bagi umat Hindu nusantara.

JMW mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan suara, dukungan, dan doanya demi memurnikan PHDI supaya tidak lagi di-rongrong kelompok Sampradaya.

“Sejak awal Sampradaya sudah menguasai rumah kita di PHDI Pusat, dan kita dari awal sudah berkomitmen ke dalam lewat berbagai proses di akar rumput. Saat ini, puncak proses itu dilakukan dan sudah melakukan pendekatan ke Sulinggih-Sulinggih dan rekan-rekan semuanya telah berjuang untuk mengeluarkan Sampradaya dari tubuh PDHI,” tegasnya.

Suasana diskusi bersama Forkom Taksu Bali

Proses panjang dalam mengeluarkan Sampradaya asing, kata JMW, tidak mudah karena perlawanan dari Sampradaya asing baik di Bali dan luar Bali juga tetap ada. Mereka, Sampradaya asing menyusup sejak lama, sehingga mempengaruhi keputusan-keputusan dan komitmen tokoh-tokoh umat Hindu, khususnya Hindu Dresta Bali yang sangat menjaga sekaligus pula melestarikan ajaran-ajaran leluhur.

“Semua komponen tengah berjuang mengeluarkan pengayoman PHDI terhadap Sampradaya, Hare Krishna, Sai Baba, hingga ISKCON, supaya ke depannya tidak sampai kembali masuk ke PHDI,” tambahnya lagi.

Komitmen mengeluarkan Sampradaya asing di tubuh PHDI semakin memuncak demi menjaga harkat dan martabat Hindu Dresta Bali.

Ia turut berharap, PHDI daerah lainnya di luar Bali, turut membantu berjuang di Mahasabha dan menyuarakan aspirasi Hindu Dresta Bali, utamanya para Sulinggih yang memiliki suara di dalam Mahasabha.

“Apa yang kita suarakan sudah dirapatkan bersama para Ida Sulinggih, untuk menyatukan komitmen mengeluarkan Sampradaya dari tubuh PHDI,” tegasnya. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.