MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Percepat Standarisasi dan Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik, ‘Platform Aggregator Charge.In’ Telah Dikembangkan PLN

2 min read

PLN mulai mengembangkan platform Charge.In yang terintegrasi dengan superapps PLN Mobile.

Tangerang, Media19.id- PT PLN (Persero) mempercepat transisi energi sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, salah satunya mengenai transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan, di mana perlu ada standarisasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Standarisasi menjadi langkah utama dan penting, khususnya dalam kemudahaan mengakselerasi konversi mobil konvensional ke mobil listrik, seperti standarisasi pada baterai dan pengisian daya energinya (charger baterai). Di mana ke depannya, standarisasi tersebut dapat menjadi acuan terhadap produsen dalam negeri.

“Ya, seperti colokan listrik, tentu setiap negara memiliki bentuk yang berbeda, tetapi waktu masuk Indonesia bentuknya hanya satu saja,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam Talkshow Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, bertajuk Platform Aggregator SPKLU dan SPBKLU di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, Rabu (24/11/2021).

Hal lainnya, platform aggregator wajib memberikan efektivitas dan efisiensi total terhadap akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Sebab, program konversi energi tidak dapat segera terealisasi tanpa dukungan pemerintah yang memerlukan akuntabilitas sebagai bukti pertanggungjawabannnya, dari itulah platform aggregator dapat sebagai alat pengontrol terhadap pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Yang mana aggregator difungsikan sebagai alat untuk mempertangungjawabkan insentif yang diberikan oleh pemerintah. Untuk itu, aggregator harus dibuat terstandarisasi yang mengerucut menjadi satu dan dipegang oleh negara, sebab ini adalah kepentingan negara,” ucapnya.

Lebih dari itu, PLN kini telah mengembangkan platform Charge.In terintegrasi dengan superapps PLN Mobile, guna mendapat kemudahan pengguna kendaraan listrik dalam memonitor lokasi SPKLU yang aktif, hadirnya Platform Charge.In turut menjadi platform aggregator bagi ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

KSP Moeldoko sampaikan sambutan dan mandat Presiden Joko Widodo terkait percepatan kendaraan listrik di Indonesia.

Sebelumnya pula, Kepala Staf Presiden Moeldoko ketika memberikan sambutan pembukaan IEMS 2021 menjelaskan, Presiden Jokowi sudah memberi mandat terkait percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Ia menambahkan, bahwa Presiden Jokowi ingin supaya transisi dari penggunaan energi fosil dalam hal ini bahan bakar, seger dilakukan menuju energi yang terbarukan.

“Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan keharusan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas. SPKLU harus berani maju, produsen juga maju, jangan saling tunggu. Kalau keduanya saling tunggu ya enggak akan jadi,” katanya.

Diterangkan Kepala Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, akan segera mengeluarkan aturan pelarangan penggunaan kendaraan berbasis ICE di 45 kebun raya di bawah naungan BRIN. Ia pun berharap adanya kebijakan dimaksud mampu memunculkan captive market tersendiri untuk kendaraan listrik ke depan.

“Sehingga orang lebih familiar dan pelaku bisnis terkait mobil listrik dapat tumbuh dan berkembang secara riil dalam jangka pendek,” tutupnya tegas. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.