MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Promosikan Cat Air, IWCS Dukung “Branding” untuk Seniman Muda

2 min read

GIANYAR, Media Bali – Pameran lukis cat air bertajuk “We All Connected” diselenggarakan mulai hari Minggu (5/12) hingga Rabu (15/12) mendatang. Kegiatan yang digagas Indonesia Watercolor Summit (IWCS) ini  bertujuan untuk mempromosikan lukis cat air dan memberi wadah untuk branding bagi para seniman lukis cat air, khususnya para seniman muda. Lebih dari 60 karya cat air dari 35 artis cat air anggota IWCS yang dikurasi oleh mentor luar negeri dipamerkan pada acara yang digelar di Komaneka Fine Art Gallery, Keramas, Gianyar.

Founder IWCS, Silvia Zulaika menyebut jika IWCS adalah komunitas dengan misi utama yakni mempromosikan cat air agar bernilai lebih layak secara ekonomis, serta menjadikan seniman cat air mandiri, berpengetahuan luas dan berkembang sesuai zaman.

Perempuan yang sudah 10 tahun berkecimpung di seni lukis itu menyebut jika dulu lukisan cat air tidak terlalu mendapat tempat di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari sulitnya memperoleh bahan baku untuk melukis di masa lalu, serta stigma bahwa cat air merupakan media yang kalah dari kelas media lukis lain. Fenomena itu menurutnya tidak sejalan dengan yang terjadi di negara luar. Di negara luar, kata dia, lukis cat air memiliki kelas dan pangsa tersendiri. Tergugah dari keresahan tersebut, IWCS terbentuk untuk menjawabnya dalam program-program seperti kelas daring.

Pada mulanya acara kelas-kelas pada IWCS akan dilaksanakan setahun sekali setiap bulan Mei, akan tetapi karena tingginya minat dan banyaknya potensi seniman cat air muda, maka kelas-kelas utama dalam event besar IWCS dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Untuk menunjang acara utama tersebut IWCS mengadakan kelas-kelas tambahan yaitu Pre-Summit, yang bertujuan untuk membantu peserta sehingga dapat lebih optimal dalam mengikuti event besar.  Tutor dalam kegiatan itu pun juga ada yang berasal dari negara luar, seperti Italia. Melalui pola daring, bahkan kegiatan ini bisa merambah pada jaringan yang lebih luas namun efisien secara waktu dan tempat.

Ia menambahkan guna menunjang skill seniman cat air menjadi lebih profesional, IWCS juga menyediakan tempat belajar bersama secara online (creative zoom room) sehingga dapat mempermudah peserta mengikuti program-program IWCS dari berbagai daerah di Indonesia maupun internasional. 

“Program-program yang disediakan IWCS tidak hanya teknik melukis cat air, tetapi juga Branding for Artis, Self Confidence, Business Ethic, Building Networking, dengan mentor-mentor berpengalaman dari dalam dan luar negeri. Hal ini bertujuan untuk menyediakan peluang sehingga seniman dapat berkembang dan memiliki kesempatan belajar sama bagi semua anggota tanpa batasan istilah “Senior/Junior” khususnya bagi seniman muda,” tuturnya.

Branding diri sendiri menurutnya merupakan sebuah hal yang penting agar seniman tidak tergantung pada orang lain, namun agar lebih terkenal secara utuh, membangun kerja sama interpersonal dan membangun networking yang baik. Konsep dasarnya mengarah pada Art-Preneur yakni menggabungkan antara seni dan enterpreneur atau wiraswasta.

Salah satu artis yang mengikuti pameran, Ike asal Pekanbaru menyatakan jika sebenarnya kualitas artis-artis lukis Indonesia tak kalah dengan negara lain.

“Indonesia bisa dikenal, artis-artis Indonesia bisa sehebat artis luar negeri,” ucapnya. abd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.