MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Bupati Tamba Beri Contoh Cegah Korupsi di Lingkungan SKPD

3 min read

Bupati Jembrana Nengah Tamba (kanan) dan Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu al-Khattab (kiri) dalam bincang cegah korupsi, Kamis (9/12).

DENPASAR, Media19.id- Bupati Jembrana Nengah Tamba dalam praktik penanganan korupsi sebagai penyakit masyarakat dapat dihentikan dimulai dari kesadaran diri sendiri. Selain korupsi, penyakit yang harus dihilangkan di masyarakat adalah aksi terorisme, dan penyalahgunaan narkoba.

Atas kasus-kasus korupsi masih menonjol di tanah air, kata Tamba, dia mulai membina jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Jembrana, dari hal-hal kecil, dengan melatih disiplin diri hadir lebih awal ke kantor.

“Absensi ke seluruh SKPD, teorinya masuk Pukul 09.00 Wita, sekarang (pegawai) sudah masuk Pukul 07.00 Wita ke kantor, di mana Pukul 07.00 Wita sudah memberikan pelayanan ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (9/12/2021) pada Bincang Anti Korupsi Bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam Rangka Memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia 2021 di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Jalan Melati No. 14 Denpasar.

Dikatakan Bupati Tamba, Meritokrasi dalam manajemen kepegawaian juga penting, di mana Pemkab Jembrana menempatkan orang-orang yang memang berlatar belakang dan memiliki kapasitas sesuai bidangnya.

“Meritokrasi memberi jabatan kepada seseorang bukan karena kedekatan, tetapi lewat angka atau nilai prestasi dan kapasitas. Tidak ada nepotisme di situ,” katanya.

Kedekatan bersama jajaran SKPD, juga diikuti kedekatan dengan masyarakat di Jembrana, maka itu di zaman serba online ini dia memanfaatkan media sosiaal untuk menyampaikan gagasan ide, program, hingga capaian ke masyarakat. Seluruh pekerjaan Pemkab Jembrarana pun telah di upload dan supaya masyarakat dapat mengetahui bagaimana kinerja pemerintah terkait.

“Saya ini Bupati (yang muncul) di zaman online, jika program tidak bagus dan bekerja mungkin tidak betul, maka online akan berbicara, masyarakat akan menyerang Bupati, dan SKPD tertentu untuk memberikan penilaian. Saya membuka diri untuk hal itu, silahkan masyarakat menilai, tapi koreksinya dan kritiknya dengan bukti yang kuat, jangan ada fitnah,” ucapnya lagi.

Cara mencegah korupsi lainnya, adalah dengan membuka komunikasi bersama jajaran SKPD dan jajaran luar. Hak dan penugasan yang sama itu penting untuk membentuk kerjasama di lapangan antar SKPD.

“Kami ada staf ahli, tim ahli, dan lainnya. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tidak bisa one man show, kita bekerja bersama-sama atau team work seluruh SKPD, tanggung jawab bersama dan bangun komunikasi bersama. Dari itu, yang membuat pekerjaan kita menjadi kecepatan dan pelayanan ke masyarakat itu menjadi bagus,” tegasnya.

 Ke depannya, Kabupaten Jembrana akan melakukan pelayanan secara online demi mewujudkan efisiensi waktu dan tenaga. Semua akan dibangun satu data, by online, dan mengurangi pendekatan face to face.

“Pendekatan pelayanan di masyarakat, dengan mengurangi kontak langsung person to person. Aplikasi banyak diciptakan untuk siap melayani ke sosial,” ucapnya.

Selain itu, di Tahun 2026 ditargetkan menjadi Tahun Emas Jembrana, di mana demi mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia dan bebas korupsi.

“Yang dimaksud tahun emas itu, kami akan berusaha meningkatkan pendapatan, meengurangi pengangguran. Dan jika ini terjadi, maka korupsi akan bisa hilang, karena orang-orang sudah sejahtera semuanya, pengetahuannya tinggi, dan mereka tahu serta paham bahwa tindakan korupsi sangat membahayakan buat dirinya dan keluarga,” tegasnya.

Ia berharap Jalan Tol di Jembrana segera terwujud untuk memudahkan akses transportasi, pengiriman barang dan makanan menjadi lebih mudah, termasuk konsumsi bahan makanan untuk masyarakat Jembrana menjadi cepat dan efisien.

“Kalau Jalan tol di Jembrana ada, industri manuvaktur pasti ada. Selain itu, kami juga mempersiapkan anak-anak muda kami, makanan sayur, ikan, daging, buah-buahan, dan mudah-mudahan semua itu bisa menjadi di Tahun Emas Jembrana di Tahun 2026,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu al-Khattab, bahwa Ombudsman bersama para jurnalis mendengarkan kiat-kiat dalam program penanganan anti korupsi dari Bupati Jembrana. Harapannya, hadirnya Bupati Jembrana bisa memberikan contoh yang baik untuk semua pihak.

“Kita kehadiran Bupati Jembrana, di mana menjadi hal positif. Di mana untuk sama-sama mencegah korupsi, karena kadang-kadang budaya korupsi itu muncul di dalam keluarga, bisa karena tuntutan pola hidup yang tinggi, dorongan lingkungan, dan lainnya sehingga muncul niat seorang pemimpin untuk korupsi. Sekarang kita sama-sama cegah tindakan korupsi itu dari lingkungan keluarga,” demikian tutupnya. 012



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.