MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Pengakuan Nasional, Inovasi Klungkung Percepat Pembangunan Daerah

3 min read

KLUNGKUNG,MEDIA19.ID-Tahun 2021, adalah tahun-tahun yang cukup berat bagi seluruh negeri. Termasuk Indonesia dan terkhusus Kabupaten Klungkung di Provinsi Bali.  Terlebih dalam menghadapi pandemi Covid-19 pemerintah daerah Klungkung selain harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, juga terus bersinergi dalam penanganan Covid-19. Walaupun demikian, upaya pengembangan dan mensinergikan inovasi-inovasi daerah yang terus tetap dijalankan membutuhkan tenaga yang lebih ekstra lagi, ditengah anggaran yang direfokusing untuk penuntasan Covid-19.

Sebagai daerah terkecil dengan luas wilayah Kabupaten Klungkung adalah 315 km2 atau 5,60 % dari total luas Provinsi Bali, Klungkung memiliki empat kecamatan, Kecamatan Klungkung, Kecamatan Banjarangkan, Dawan, Kecamatan Nusa Penida. Sektor-sektor unggulan Klungkung, masih tetap digerakkan dalam situasi pandemi ini, dan bahkan sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB maupun penyerapan tenaga kerja, dalam beberapa tahun menunjukkan hasil yang berfluktuasi. Industry terus meningkat, utamanya industry sedang.

Produk unggulan Kabupaten Klungkung berupa hasil industri/ kerajinan kain tenun (endek) dan kulit yang memiliki corak dan warna tersendiri dan mampu dikembangkan menjadi produk-produk seperti pakaian jadi, tas, sepatu dan lain-lain. Industri ini banyak dikembangkan di Kecamatan Klungkung dan Dawan. Yang juga ikut terimbas dengan adanya wabah Corona ini.

Namun, dengan adanya aturan dari Gubernur Bali. Gubernur mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali. Dan ditambah dengan surat edaran Bupati Klungkung.  Terkait penggunakan busana Bali setiap Kamis dengan atasan endek dan untuk perempuan bawahnya atau kamennya endek menjadikan sentra produksi endek di Klungkung, dengan produksi khas cag-cagnya bisa tetap tersenyum dan menggeliat, walaupun tidak begitu signifikan akan tetapi tetap bisa membantu.

Dari sisi pariwisata, Klungkung memiliki obyek dan daya tarik wisata yang beragam, tidak hanya berada di Klungkung Daratan tapi juga Di Kepualauan Nusa Penida.

Daya Tarik Wisata memiliki beragam kategori yaitu : kategori Panorama Puncak/Bukit, Kategori Gua Karst, Tebing Pantai (cliff), Kategori Dive Site, Kategori Pantai, Katergori Wisata Budaya, Kategori Wisata Spiritual, dan kategori Daya tarik wisata Buatan. Namun, bicara mengenai kunjungan sangat jauh dan tidak bisa dipungkiri semuanya sepi wisatawan. Walaupun pada PPKM Level II yang diterapkan di Bali lantaran kasus covid-19 melandai, juga tidak membuat pariwisata Bangkit. Bahkan, harapan kedatangan wisatawanpun tidak bisa karena Negara-negara yang diharapkan berkunjung masih melakukan pembatasan warganya berlibur keluar  negeri. Untuk perkembangan ekonomi, mengalami penurunan yang drastic dari tahun 2019, 2020 dan berlanjut di tahun 2021 ini.

Ditengah situasi itu, upaya pengembangan inovasi untuk membangun masyarakat dan memaksimalkan potensi daerah, tahun 2021 Klungkung malah masuk atau lolos TOP Inovasi KIPP 2021. Tiga program inovatif Pemkab Klungkung yakni Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Gema Santi, Datangi Obati dan Rawat Kesehatan Masyarakat (Dorkesmas) dan Uyah Kusamba, lolos nominasi Top Inovasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2021. Bahkan, ketiga program yang digagas oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ini, menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang lolos di 3 kriteria kelompok (semua kelompok). Masing-masing inovasi TOSS Gema Santi bersaing dengan 102 inovasi se-Indonesia, saat ini sudah masuk TOP Inovasi KIPP 15 besar mencari 5 besar. Begitupula, inovasi Dorkesmas bersaing dengan 49 inovasi dan sekarang masuk 15 besar untuk mencari 5 besar. Selanjutnya, kelompok umum inovasi Uyah Kusamba bersaing paling ketat dengan 1.458 inovasi dan sekarang masuk 90 besar untuk mencari 40 besar.

Tak hanya tahun ini, dua program inovatif Pemkab Klungkung yakni Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) dan Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) sudah ditetapkan dalam Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. Selanjutnya, dari inovasi tersebut juga diperoleh Dana Insentif Daerah (DID). Dana ini digunakan untuk penguatan dan pengembangan inovasi ini di tempat lain.

Sementara untuk pengentasan kemiskinan, Klungkung tahun 2021 melakukan 112 unit Bedah Remah dan 206 unit rehab rumah. Pemkab melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung melakukan bedah rumah terhadap 112 KK miskin baik yang ada di Klungkung daratan maupun di Kecamatan Nusa Penida. Dengan anggaran Rp6 Miliar lebih.

Untuk pembangunan, tahun 2021, di Kabupaten Klungkung juga dibangun Pusat Kebudayaan Bali. Lahan mati eks galian C di Kabupaten Klungkung seluas sekitar 290 hektar sebentar lagi bakal menjadi sebuah kawasan memiliki nilai ekonomis tingggi.

Menyusul hadirnya proyek Pusat Pengembangan Budaya Bali yang diluncurkan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Selain itu, juga dibangun pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, dimana pelabuhan khusus boat di Sampalan ini akan beroperasi awal tahun 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.