MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Bupati Suwirta Tata Destinasi Pariwisata di Klungkung

2 min read

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menata objek wisata di daerahnya menjadi lebih nyaman, Selasa (11/1/2022).

DENPASAR, Media19.id- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta terus berupaya mengembangkan destinasi wisata alam, terutama pesisir di wilayah Kabupaten Klungkung. Bupati dua periode ini belakangan sangat konsen bekerja dan menata destinasi wisata sebagai aset untuk potensi masyarakatnya di masa depan.

Untuk itu, Klungkung dalam situasi pandemi Covid-19 tetap berupaya meningkatkan daya lama tinggal para wisatawan domestik (Wisdom), salah satunya ke Kecamatan Nusa Penida. Strategi pariwisata saat pandemi tersebut lewat terapan one gate one destination, untuk menjaring lama tinggal para tamu yang berwisata di Nusa Penida.

“Nusa Penida menjadi destinasi terpopuler, ini terbukti banyak wisatawan domestik datang ke Nusa Penida, tentu saja ini disebabkan karena destinasi yang kita miliki sangat luar biasa. Nah, menyikapi hal itulah kami di Kabupaten Klungkung, dalam situasi diam seperti ini kami justru membuat banyak gebrakan, terutama menata destinasi dengan konsep one gate one destination, jadi satu destinasi kita tata dengan apik, sehingga menjadi destinasi yang luar biasa dan membuat tamu betah berlama-lama di tempat tersebut,” ujar Bupati Suwirta, saat berada di Denpasar, Selasa (11/1/2022).

Baginya, inovasi pariwisata walau di dalam situasi pandemi, harus tetap dipikirkan secara jernih. Tindakan pengelolaan dan strategi pariwisata ke depan supaya dapat memberikan manfaat optimal ke masyarakat Klungkung.

“Kami tentu harus mempersiapkan anggaran dan aset, termasuk kolaborasi dengan masyarakat di Nusa Penida,” katanya.

Bagaimana kerjasama dengan masyarakat? Ia menilai kerjasama masyarakat lokal dan pemerintah masih tetap diberdayakan. Bahkan, pada salah satu objek wisata di Tanjung Juntil, disebutkan ada masyarakat secara terbuka membantu pemerintah dengan menyerahkan tanahnya mencapai 30 are.

“Ada di Tanjung Juntil, ada satu warga yang sudah menyerahkan tanahnya sekitar 30 are (harga tanah diperkirakan 250 juta per are-red) kepada pemerintah daerah untuk ditata, sehingga keamanan menjadi bisa lebih terjamin. Sedangkan, di Kelingking, saya sudah melakukan pendekatan, termasuk di Tembeling, desa mengundang kami untuk diajak kerjasama,” paparnya tegas.

Kawasan wisata alam yang potensial untuk ditata seperti Tanjung Juntil, Pantai Kelingking, Pasih Uug atau Broken Beach, Pantai Atuh, Pantai Tembeling, Pantai Gamat, Pantai Pandan, hingga Bukit Teletubies.

Sedangkan, target penataan tahun ini yang sudah berjalan Tahun 2022 ini, baik di Tanjung Juntil, Devil’s Tears, dan lainnya. Bupati Suwirta pun berharap atas kerjasama dengan masyarakat di suatu wilayah objek wisata, ia yakin di saat pariwisata pulih ke depannya, Klungkung telah memiliki tempat wisata yang lebih nyaman, sehingga Wisdom atau Wisman menjadi jauh lebih betah berlama-lama melancong.

“Masyarakat menyerahkan tanahnya, tapi kami memberikan manfaat untuk yang punya tanah itu untuk pertama menikmati destinasi itu. Jadi, kerjasama ini terus kami jamin, sehingga saat situasi normal ada kejutan di Nusa Penida. Kami tidak merubah destinasi, tetapi kami justru mempercantik dan menata lebih apik, sehingga tamu tidak kepanasan, parkir yang nyaman, spot foto yang baik, hingga toilet,” tegasnya. 012


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.