MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Buat Laporan Fiktif di LPD Tanggahan Peken Bangli, Terdakwa Wayan Denes Terbukti Korupsi

2 min read

Terdakwa Wayan Denes menerima hasil putusan, di mana sejak Tahun 2005 s.d. 2017 terbukti merekayasa pembukuan dan laporan LPD Tanggahan Peken di Bangli, Selasa (8/2/2022).

DENPASAR, Media19.id- Terdakwa I Wayan Denes selakumantan bagian tata usaha atau pembukuan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tanggahan Peken, Susut Kab. Bangli, ini akhirnya dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim pimpinan Gede Putra Astawa, dengan hakim ad hoc Soebekti dan Nelson, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Denpasar.

Pidana penjara terhadap terdakwa Denes, karena dia terbukti bersama-sama I Wayan Sudarma, yang sebelumnya sudah diputus bersalah pidana penjara 1 Tahun 6 Bulan dan I Ketut Tajem semenjak Tahun 2005 s.d. Tahun 2017 melakukan perbuatan merekayasa pembukuan dan laporan LPD Tanggahan Peken, secara riil sebenarnya dalam keadaan rugi di dalam laporan yang dibuat.

“Jadi seolah-olah mendapat untung dengan melakukan pembentukan laba semu atau fiktif, yaitu dengan memindah bukukan simpanan berjangka nasabah dan tabungan sukarela nasabah dijadikan sebagai pendapatan bunga dan pinjaman yang diberikan, dibentuk dengan cara memperhitungkan atau memasukan pendapatan bunga yang belum diterima ke dalam pendapatan bunga, sehingga banyak dana LPD Tanggahan Peken yang keluar seperti biaya operasional dan persentase pembagian laba tidak sesuai kenyataan,” terang disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali, A. Luga Harlianto, SH., MH., Selasa (8/2/2022).

Dipaparkan Luga bahwa dampak dari ketidaksesuaian laba dan data tersebut lantas mempengaruhi likuiditas LPD Desa Tanggahan Peken. Dari itulah, masyarakat atau nasabah tidak dapat menarik dananya di LPD setempat.

“Sehingga memperkaya dirinya sendiri sebesar Rp128.248.500,00.,- atau orang lain, yaitu pengurus karyawan LPD Tanggahan Peken dan Desa Adat Tanggahan Peken, sebesar Rp 3.161.773.147,11.,- yang mana merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp3.310.564.397,11,” tegasnya.

Dalam persidangan dibacakan amar putusan terhadap terdakwa I Wayan Denes, yakni; 1. Terbukti melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 jo.Pasal 64 ayat (1) KUHPidana; 2. Pidana Penjara selama 1 Tahun 4 Bulan; 3. Denda sebesar Rp50.000.000,- subsider 2 bulan; dan 4. Uang Pengganti Rp128.248.500,- subsider 6 bulan.

Untuk diketahui, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Wayan Denes melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan pidana penjara 1 Tahun dan 10 Bulan, pidana denda sebesar Rp50.000.000.,- serta pidana tambahan berupa uang pengganti Rp128.248.500.

“Terhadap putusan tersebut Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir dan akan menyatakan sikap dalam waktu 7 hari ke depan, sedangkan terdakwa sendiri menerima putusan tersebut,” tutup Luga. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.