MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Sudikerta Bebas Asimilasi Rumah

2 min read

IST - Ketut Sudikerta pada Selasa (22/2), dinyatakan bebas secara asimilasi rumah dan tetap diawasi BAPAS Kelas I Denpasar.

BADUNG, Media19.id- Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta periode 2013-2018, dinyatakan bebas setelah melalui proses tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Badung, kurang lebih selama empat tahun.

Sosok Sudikerta sangat dikenal publik Bali, dia bebas lebih cepat pasca memperoleh sejumlah remisi. Mantan Wakil Bupati Badung 2005-2013 ini pun sudah dapat menghirup udara bebas, berkumpul bersama keluarganya, dan dapat mengabdi kembali di masyarakat.

Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Kelas IIA Kerobokan Fikri Jaya Soebing, A.Md.I.P., SH., MH., menjelaskan bahwa Sudikerta keluar dijemput pihak keluarga, Selasa (22/2) siang Pukul 13.00 Wita, dia turut menerima sejumlah remisi dan dianggap sudah berkelakuan baik saat berada di dalam Lapas.

“Kemarin siang (Selasa, 22 Februari 2022-red) bebas. Jadi bebas asimilasi rumah, bukan bebas murni. Beliau berkelakuan baik selama dalam Lapas. Usai mendapat asimilasi, Pak Sudikerta akan diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Denpasar, akan mendapat bimbingan dan wajib lapor ke Lapas,” ujarnya, Rabu (23/2/2022).

Fikri menjelaskan Sudikerta bebas asimilasi sesuai Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM (Permenkumham) No. 43 Tahun 2021, yang merupakan perubahan kedua atas Permenkumham No. 32 Tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, PB, CMB, dan CB bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut sekaligus upaya pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM dalam upaya mencegah dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di dalam Rutan atau Lapas.

“Yang dimaksud dalam Permenkumham No. 43 Tahun 2021 di mana masa jatuh tempo bagi narapidana yang tanggal 2/3 masa pidananya dan anak yang tanggal masa pidananya sampai dengan tanggal 30 Juni 2022. Untuk narapidana dan anak yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kriteria ketentuan tersebut dapat diusulkan untuk asimilasi di rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Suprapto menjelaskan dengan bebasnya Sudikerta berarti dia sudah menjalani masa tahanannya sesuai prosedur, dia juga sudah menerima remisi atas kelakuan yang dinilai baik selama di dalam Lapas Kerobokan. “Kelakuan baik itu seperti saling membantu sesama warga binaan, dia juga mengikuti aksi donor darah,” katanya.

Untuk diketahui, Sudikerta yang juga mantan Ketua DPD I Golkar Bali 2009-2019, sebelumnya mendapatkan vonis enam tahun penjara atas penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp150 miliar melawan Alim Markus dari PT Maspion Surabaya.

Pihak Sudikerta oleh Pengadilan Negeri Denpasar, sebelumnya telah divonis selama 12 tahun penjara, dia lalu melakukan banding di Pengadilan Tinggi, yang mengurangi hukuman sebanyak 6 tahun penjara.

Pasca Sudikerta kini berhasil menghirup udara bebas, Ketua DPD I Golkar Bali sekaligus Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry merasa bersyukur atas bebasnya tokoh politik Golkar Bali tersebut. Masa-masa sulit di dalam penjara sudah dia lalui dengan  bijak dan penuh perjuangan.

“Jadi kami dari pimpinan Partai, mengucapkan rasa syukur, sebab beliau (Sudikerta) sudah melewati masa tersulit di dalam hidup beliau dengan menjalani hukuman. Kami juga berharap beliau dapat menjalankan pengabdian ke masyarakat ke depan dengan baik,” tandasnya. 012


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.