MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Reformasi di Tubuh KONI Bali, Dewa Susila Pastikan Diri Maju sebagai Calon Ketua KONI Periode 2022-2026

2 min read

I Dewa Putu Susila komitmen dan memastikan diri akan maju menjadi calon Ketua KONI Bali periode 2022-2026, Selasa (8/3/2022).

DENPASAR, Media19.id- Skema peningkatan prestasi dan pendapatan organisasi keolahragaan di Bali, dirancang serius sosok I Dewa Putu Susila, yang memastikan diri bersiap maju menjadi calon ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali periode 2022-2026.

“Melihat perkembangan yang ada saat ini dan dorongan dukungan dari pencinta olahraga, masyarakat luas, termasuk seizin senior-senior kami di KONI, dan sesuai aturan AD ART berlaku. Dengan kerendahan hati, saya memberanikan diri maju menjadi salah satu calon Ketua KONI periode 2022-2026,” tegasnya, Selasa (8/3/2022).

Pria kelahiran Jakarta, 6 Februari 1967 ini memandang potensi olahraga di Bali, ke depannya tidak saja pada prestasi atlet, termasuk menunggu anggaran pembinaan dari pemerintah semata. Dewa Susila berkomitmen untuk totalitas bekerja, profesional, dan independen di KONI Bali jika terpilih ke depan.

Dia pun menilai harus ada perubahan baru di tubuh KONI Bali, yang mana agar memiliki implikasi untuk kemajuan industri olahraga, salah satunya melalui sport tourism.

“Banyak potensi yang bisa kita gali, KONI sangat memegang peranan penting di samping tupoksinya sebagai organisasi atau wadah untuk pembinaan para atlet. Tapi, di sisi lain KONI berpotensi mengembangkan events olahraga, termasuk menjadi rekanan pemerintah dalam membantu program-program pemerintah guna menggali pendapatan daerah itu sendiri,” ucap Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism Tahun 2015 ini.

Baginya, kepemimpinan KONI dua periode sebelumnya di bawah sosok Ketut Suwandi, sangat sukses dan luar biasa. Sebab, mampu membawa atlet Bali memperoleh prestasi yang sangat luar biasa, khususnya di PON Jabar dan di PON Papua.

“Jadi berikutnya, harus ada perubahan menuju ke arah yang sudah baik menjadi lebih baik, dan yang sudah populer harus lebih dipopulerkan. Harus ada terobosan di kepimpinan KONI ke depan. Tidak saja menjalankan tupoksi sebagai organisasi yang membina atlet, tetapi KONI mampu optimal peningkatan pendapatan daerah,” imbuh Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi Bali ini.

Sejak Tahun 2017, Dewa Susila bahkan sudah sering menyuarakan sport tourism, sebab menurut dia keberadaan olahraga di negara-negara maju sudah menjadi suatu industri komersil yang menjanjikan dan dilirik pihak swasta.

“Negara-negara maju telah mengembangkan olahraga sebagai industri, olahraga menjadi komponen penting untuk pendapatan daerah. Maka itu, perlu sesering mungkin (di Bali) mengadakan events sport tourism berskala internasional,” pungkasnya. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.