MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Seteru Member Robot Trading EA Copet, Advokat Togar Situmorang Terapkan Asas Praduga Tak Bersalah dan Kooperatif

2 min read

Tindaklanjuti kasus kliennya Hendrik, Togar Situmorang selaku kuasa hukum telah memiliki bukti-bukti kuat, Kamis (17/3/2022).

DENPASAR, Media19.id- Advokat Togar Situmorang, SH., MH., M.A.P., C.Med., C.L.A., sebagai kuasa hukum Hendrik (35) asal Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menyikapi atas permasalahan hukum dugaan tindak pidana penipuan Robot Trading EA Copet dengan laporan polisi LP/B/0121/III/2022/SPKT/Bareskrim.

Menurut Togar yang sering dipanggil Panglima Hukum ini, dia tidak ingin kliennya Hendrik yang juga selaku member mendapatkan penilaian atas narasi berita yang tendensius dan menggiring opini publik, sehingga bisa diduga mengarah berita bohong. Ia pun akan menerapkan asas praduga tak bersalah dan juga kooperatif di Bareskrim.

“Kalau kita sebagai pengacara kita taat asas, yaitu praduga tidak bersalah. Dan jika mereka menyatakan korban dan sudah melapor, tolong sesuai Pasal 184 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) itu harus dilengkapi semuanya, minimal ada dua alat bukti sah di mata hukum,” katanya, Kamis (17/3/2022) di Kantor Togas Situmorang Law Firm di Jalan Gatsu Timur No. 22 Denpasar Timur (Dentim).

Dari itu, pihak yang diduga telah memberikan kuasa ke CH dan telah membuat laporan nomor LP/B/0121/III/2022/SPKT/Bareskrim tanggal 15  Maret 2022 diminta menjunjung presemtion of inonce dan menghormati proses hukum yang sudah dilaporkan ke pihak Bareskrim, tidak sebaliknya membuat narasi yang menyudutkan kliennya.

“Jadi pernyataan mengaku sebagai kuasa hukum dan diduga bernama CH telah menerima kuasa dari korban sebanyak 3.000 sampai 5.000 dan menyebutkan bahwa klien kami Hendrik adalah sebagai owner atau pemilik robot trading EA Copet yang telah melakukan kerugian sebesar 39 Juta USD atau setara Rp 557 Miliar. Sehingga kami sebagai kuasa hukum Hendrik akan meminta pertanggungjawaban atas pernyataan-pernyataan dalam berita-berita tersebut yang telah dibuat di media nasional,” ucapnya didampingi advokat Anindya Primadirgantari, SH.

Togar menuturkan sebagai kuasa hukum dia akan mengambil tindakan tegas, baik pidana dengan membuat laporan polisi karena ada dugaan pencemaran nama baik dan berita hoax di media.

“Akan menggugat keperdataan demi kepentingan klien kami Hendrik, karena telah dikatakan dalam pemberitaan dengan narasi yang telah merugikan nama baik serta harkat martabat diri klien kami, dengan mengajukan gugatan untuk meminta ganti kerugian kepada siapapun yang mengaku dirinya korban, baik itu materiil dan immateriil karena klien Hendrik belum terbukti telah menerima uang yang berjumlah 39 Juta USD setara dengan Rp 557 Miliar,” tegasnya.

Bahkan, kata Togar, kliennya Hendrik pernah dikonfrontir di salah satu restoran cepat saji di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, pada 4 Maret 2022 merasa diintimidasi dan dituduh menerima sejumlah dana, serta membuat perasaan Hendrik selaku kliennya merasa tidak nyaman dan malu karena dilakukan dimuka umum.

Togar juga menyebutkan group telegram atau komunitas sebelumnya dibentuk Juni 2021 mencapai jumlah 12.000 orang dan tidak ada aplikasinya. Terdapat pula SOP dalam group telegram sebagai penjelasan untuk pernyataan risiko, syarat ketentuan, deposito, dan lain-lainnya.

“Hal lainnya, serta adanya pemberitaan di group telegram dengan beberapa nama yang jelas sudah menuduh dan memfitnah tanpa hak kepada klien kami Hendrik, serta tanpa bukti sesuai aturan hukum dan adanya suatu putusan pengadilan yang berkekuatan tetap. Selain itu, atas laporan di Bareskrim klien kami akan kooperatif dan akan menghormati proses hukum di pihak Bareskrim,” tandasnya. 012
           

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.