MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Sebanyak 66 Peserta Magang Dilepas LPK Darma STIKOM Bali Group ke Negeri Sakura Jepang

3 min read

Tiket pesawat dan visa ke Jepang, diserahkan Kepala UPTD Balai Hyperkes Bali Dewa Alit ke setiap peserta magang, Jumat (18/3/2022).

DENPASAR, Media19.id- Keberadaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma STIKOM Bali Group akhirnya melepaskan 66 peserta magang ke Jepang, pasca mencermati trend pandemi Covid-19 yang mulai melandai di negeri sakura Jepang, Jumat (18/3/2022).

Direktur Utama LPK Darma Dr. Dadang Hermawan mengatakan dengan kondisi pandemi yang perlahan-lahan mulai membaik, para peserta magang diharapkan dapat berangkat dan melaksanakan kewajibannya di Jepang.

Ia menyebutkan dari 66 peserta rombongan mereka akan berangkat secara terpisah, rombongan pertama sebanyak 29 orang, disusul pada 20 Maret 2022 ada 2 orang, 14 April 2022 ada 2 orang, 11 Mei 2022 ada 26 orang, dan terakhir 1 Juni 2022 ada 7 orang.

“Tentunya kami bersyukur setelah situasi pandemi membaik, Pemerintah Jepang membuka kembali visa magang, sehingga anak-anak kami yang sudah lama lulus, malam nanti (Jumat) kami berangkatkan,” ujarnya di sela-sela pelepasan di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar.

Tampak peserta magang ke Jepang dari LPK Darma STIKOM Bali Group, mengikuti prosesi pelepasan, Jumat (18/3/2022).

Dadang sekaligus Rektor ITB STIKOM Bali ini menambahkan kerjasama sudah dilakukan LPK Darma STIKOM Bali Group bersama-sama Sento Cooperative Kyoto Tahun 2018, khususnya untuk peserta magang di Jepang, tercatat telah terkirim 216 peserta magang ke berbagai perusahaan di Jepang.

“Jadi saat ini dominan sudah selesai magang selama 3 Tahun, tetapi mereka tidak mau pulang ke Indonesia, melainkan langsung mengurus pergantian visa tokutei ginou atau visa kerja, sehingga penghasilannya lebih besar. Dari 216 orang, 21 orang adalah mahasiswa ITB STIKOM Bali,” tambahnya.

Baginya, proses rekrutmen dan pengiriman peserta magang tidaklah terdapat kendala berarti. Hanya saja, saat pandemi proses pengirimannya sempat terhenti.

“Kini para siswa kami yang sudah tamat pelatihan, tetapi belum mendapat penempatan sebanyak 304 orang, terdiri dari 184 laki-laki dan dan 120 orang perempuan,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Dadang bahwa LPK Darma STIKOM memiliki tiga cara untuk memberangkatkan anak-anak ke Jepang. Di mana dengan visa magang atau Jisshusei, bisa juga menggunakan visa kerja Specified Skill Worker atau Tokutei Ginou dengan penghasilan lebih besar, selain itu cara terakhir berangkat dengan Student Visa atau Visa Pelajar.

“Ya ini lebih mudah, karena hanya diperlukan sertifikat kursus Bahasa Jepang selama 320 jam, langsung kami proses ke Jepang. Saat ini kami sedang proses 18 mahasiswa ke Jepang. Empat orang akan berangkat pada Juni 2022 dan 14 orang akan berangkat bulan September 2022. Di sana mereka akan belajar bahasa Jepang di sebuah akademi selama 1 Tahun 9 Bulan sambil magang kerja secara arubaito atau part time. Program ini tidak akan mengganggu kuliah mereka di STIKOM Bali karena ini sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kemendikbud RI. Meski kerja part time, tapi penghasilannya sama dengan penghasilan magang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur LPK Darma Drs. Dede Heryadhy menuturkan ada 29 orang yang akan terbang terlebih dahulu, kemudian satu orang terpaksa ditunda keberangkatannya karena tes PCR hasilnya positif.

“Saya sudah sampaikan ke peserta dan orangtuanya. Saya langsung koordinasi dengan pihak Jepang dan diminta yang bersangkutan karantina mandiri dulu seminggu, setelah itu tes PCR lagi kalau hasilnya negatif dia bisa menyusul ke Jepang. Saya mohon adik-adik yang berangkat, begitu tiba di Jepang terus memberikan dukungan ke setiap teman yang masih tertunda,” tuturnya.

Dian Anggasari asal Abiansemal, Badung, sebagai alumni peserta magang ia menjelaskan sudah bekerja selama tiga tahun di perusahaan ayam petelur di Kiyoto, dan mendapatkan penghasilan kotor rata-rata Rp 25 Juta per bulan.

“Setelah dipotong biaya apato (apartemen-red), sisa Rp 20 Juta. Tiap bulan saya kirim Rp 15 Juta ke Bali, sisanya buat pegangan,” jelasnya.

Kata Dian, ia sudah berbekal kursus bahasa Jepang selama empat bulan, akan tetapi saat pertama kali di Jepang masih mengalami kesulitan berkomunikasi terutama terkait pekerjaan baru tersebut. 

“Tetapi setelah tiga bulan, bisa teratasi. Yang penting kita terus belajar dan komunikasi, jangan diam,” katanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Energi dan Sumber Daya Mineral  Provinsi Bali Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si., dalam sambutannya diwakili dan dibacakan Kepala UPTD Balai Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) Dewa Putu Alit, ST., M.Kes.

Dewa Alit menekankan untuk peserta magang supaya selalu menjaga nama baik diri, keluarga, bangsa, dan nama baik Bali. Hal lainnya, pergunakan kesempatan magang selama 3 tahun dengan baik dan menghindari godaan dengan pihak manapun untuk keluar dari program pemagangan, menjaga kesehatan dari perbedaan musim yang extrim, dan taat Prokes.

“Selama 30 Tahun jadi PNS, gaji saya paling tinggi Rp 6 juta. Di Jepang, seperti adik kita tadi, gajinya sampai Rp 25 juta. Ini luar biasa agar menjadi contoh buat adik-adik yang mau berangkat nanti malam,” demikian tutupnya. 012/rls


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.