MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Minyak Goreng Curah Sesuai HET Diawasi Aparat Kepolisian

3 min read

Kebutuhan minyak goreng curah di Bali tergolong aman dan tersedia.

DENPASAR, Media19.id- Peruntukan minyak goreng curah untuk konsumen dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per Kg, diharapkan dapat membantu masyarakat di pasaran.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan terhadap pihak terkait untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keberadaan minyak goreng curah dengan HET, hal ini agar konsumen tidak merasa berat membeli di pasaran.

“Ya kita harus jaga minyak curah, yang mana peruntukan harganya memang untuk ke konsumen, bisa sampai ke konsumen. Jangan berbelok ke kebutuhan industri, karena memang masing-masing sudah ada pembagiannya. Semua ini akan diawasi ketat baik oleh Kemendag dan kepolisian,” terangnya, didampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, SH., M.Si., Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, SH., S.IK., M.Si., dan Walikota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, SE., Jumat (18/3/2022).

Pasca peninjauan langsung minyak curah pada PT Sawit Tunggal Arta Raya (STAR) di Jalan Dermaga Selatan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan (Densel), Kapolri Listyo Sigit meminta jajaran berwenang di Bali, termasuk wilayah lainnya untuk mengawasi minyak curah. Bilamana terdapat hal-hal yang tidak sesuai arahan dan sasaran untuk dapat diinformasikan.

“Kami berharap subsisi HET ini betul-betul tepat sasaran dan bisa sampai ke masyarakat konsumen yang membutuhkan,” tegasnya.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, SH., S.IK., M.Si., pun tidak ketinggalan mengawasi dan menindaklanjuti jika terdapat oknum yang sengaja bertindak menyelundupkan atau mengendapkan minyak goreng curah, utamanya dalam mencari keuntungan yang signifikan.

“Satgas Pangan Kota Denpasar dengan Disperindag akan melakukan pengecekan di pasar-pasar. Yang mana, kami akan tindak (jika ada pelanggaran) nanti dengan Satgas Pangan, secara tegas sesuai Undang-undang (UU),” paparnya.

Mengenai pengawasan terhadap stok minyak goreng curah di lapangan beberapa waktu kedepan, akan diintensifkan pengawasan dan pemantauan ke pasar-pasar.

“Kalau pengecekan sebelumnya kami sudah dengan beliau (Disperindag), tapi yang jelas jika kami menemukan ada yang bertindak dan ditemukan melakukan (tindakan) tidak sesuai aturan untuk kepentingan pribadi atau golongan, ya kita akan tidak tegas dan ancamannya bisa dipidana,” kata Kapolresta Bambang Yugo.

Sementara itu, Walikota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, SE., berharap supaya para distributor dapat segera menyalurkan minyak goreng curah secara intensif dan aman ke para pelanggannya.

“Jadi para distributor agar sampai ke para langganannya itu, tetap harganya dan sudah dipastikan HET seharga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per Kg,” ucapnya.

Melalui arahan Kapolri Listyo Sigit, Walikota Jaya Negara dalam waktu dekat juga akan melakukan operasi pasar minyak goreng kemasan, khususnya pasca Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas harga ke pasaran.

“Kami bersyukur bahwa permasalahan minyak curah sudah bisa diatasi di Kota Denpasar, yang memang sedikit kendala itu kan pada minyak yang ada kemasannya. Saya sudah tanya ke para pedagang di Pasar Badung, itu diatur untuk pendistribusiannya. Sedangkan, kebutuhan untuk minyak curah ini hanya di Pasar Kreneng, kecil (kebutuhan) untuk minyak curah, nah kalau minyak kemasan kita tidak bisa menghitung karena dia langsung ke pedagang,” paparnya.

Menurutnya, mekanisme pasar yang akan menyeleksi secara mandiri, khususnya terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu sendiri atas minyak goreng kemasan dan juga minyak goreng curah.

Di mana jika masyarakat memiliki kebutuhan atas minyak kemasan, maka kebutuhan minyak curah di rumah tangganya dibatasi. Namun, jika ternyata di masyarakat minyak kemasannya mengalami penurunan, tentu alternatif pilihannya adalah menggunakan minyak curah.

“Kami akan tetap mengamankan supaya masyarakat mendapatkan minyak, nah karena kami tidak dapat masuk ke mekanisme pasar minyak kemasan itu. Maka lewat intervensi minyak curah ini mungkin kami akan memberikan kombinasi di beberapa pasar, yang selama ini di Pasar Kreneng, mungkin kami akan menyiapkan lagi (minyak goreng) jika dibutuhkan masyarakat. Intinya sampai kami melakukan operasi pasar itu, artinya secara tidak langsung untuk mengintervensi agar masyarakat mendapatkan minyak sesuai harga HET dari pemerintah,” pungkasnya.

Ditambahkan Sudy Tjok Tandwinata sebagai Manager Operasional PT STAR menegaskan suplai kebutuhan pasar minyak curah di Bali masih aman dan tersedia.

“Menurut saya karena pengiriman satu kapal itu sekitar 2.000 sampai 3.000 Ton, jadi setiap kali kita kirim harus segitu banyaknya. Sehingga sampai sekarang Bali masih aman, walau distributor 1, 2, dan 3 tidak membeli sebanyak itu tetapi kami juga tetap tersedia,” tandasnya. 012



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.