MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Pedagang Pasar Nyanggelan Panjer Gunakan Digitalisasi Program SIAP QRIS

2 min read

Kepala Perwakilan BI Prov. Bali Trisno Nugroho dan undangan semarakan SIAP QRIS di Pasar Nyanggelan, Desa Adat Panjer.

DENPASAR, Media19.id- Situasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi dan keuangan digital, didorong secara inklusif dan efisien pada sektor perdagangan ritel.

Hal tersebut sekaligus menciptakan sistem perekomian yang lebih baik ke depan melalui digitalisasi dan transparansi keuangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia(BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, turun melakukan sinergitas bersama-sama Pemkot Denpasar, Bank Nasional Indonesia (BNI), dan Desa Adat Panjer, dalam menggelar peresmian Digitalisasi Pembayaran dan Program Sehat Inovatif dan Aman Pakai (SIAP QRIS) bertempat di Pasar Desa Adat Panjer, Denpasar.

Bagi Trisno, keberadaan Pasar Nyanggelan adalah pasar di Kota Denpasar, yang sudah berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menjadi pasar di tingkat Provinsi Bali, yang dinominasikan dalam perlombaan menjadi pasar aman dari bahan berbahaya tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

“Keberadaan pasar tradisional sebagai jantung kegiatan ekonomi masyarakat adalah prioritas perluasan digitalisasi, karena urgensi opsi pembayarannya yang cepat, mudah, murah, aman dan juga handal seperti QRIS. Selain itu, telah meningkat seiring dengan relaksasi pembatasan mobilitas antar manusia,” kata Trisno belum lama ini.

Menurutnya pula, keberadaan Pasar Nyanggelan di Desa Adat Panjer, dianggap sudah mumpuni untuk menuju ekosistem digitalisasi dan memudahkan para pelanggannya dalam bertransaksi.

“Pasar Nyanggelan Desa Adat Panjer, secara khusus dipilih karena ekosistem digitalnya sudah siap dan memadai, yaitu meliputi penggunaan QRIS pada lebih 60 persen pedagangnya, termasuk pengelola parkir, dan bank sampah,” imbuhnya tegas.

Sedangkan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, telah melakukan peninjauan dan experience bertransaksi langsung dengan QRIS, khususnya para pedagang di Pasar Nyanggelan Desa Adat Panjer.

Ia pun mengapresiasi dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Bank BNI, untuk penerapan digitalsiasi yang diharapkan dapat terus mendorong perekonomian dan kegiatan transaksi di pasar.

“Maka peningkatan transaksi di pasar pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sektor riil, di mana seperti petani, produsen, dan pedagang yang akan membuat mulai pulihnya daya beli di masyarakat Kota Denpasar, dan Bali secara luas,” terangnya, disaksikan pula pimpinan Bank BNI Kantor Wilayah Balinusra.

Komitmen dalam mendorong penggunaan QRIS, BI turut meluncurkan program Semarak QRIS di Pasar Nyanggelan. Lewat adanya program Semarak QRIS tersebut pada pembeli dan pedagang yang bertransaksi menggunakan QRIS di Pasar Nyanggelan selama 1 bulan dari 1 s.d. 30 April 2022 akan memiliki kesempatan memperoleh hadiah berupa voucher belanja. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.