MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Jelang Idul Fitri 2022, BI dan TPID Klungkung Geliatkan Kestabilan Harga

2 min read

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, mengadakan HLM TPID.

DENPASAR, Media19.id- Langkah antisipasi terhadap lonjakan selama Bulan Ramadhan dan mendekati Idul Fitri 1443 Hijriah Tahun 2022, dilakukan Bank Indonesia bersama-sama Pemkab Klungkung dengan mengadakan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID).      

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan secara tahunan inflasi Bali pada Maret 2022 sebesar 2,4% (yoy), di mana sedikit lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai angka 2,64% (yoy).

“Sementara secara bulanan, Bali tercatat mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm), dimana Denpasar dan Singaraja, tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,85% (mtm) dan 1,27% (mtm),” ujarnya, Rabu (13/4/2022).

Menurut Trisno, untuk pasokan minyak goreng dan bawang merah di bulan April masih terbatas. Bahkan, mayoritas komoditas mengalami peningkatan persediaan, kecuali untuk minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.

“Maka di dalam mengantisipasi kenaikan harga jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, ditekankan komoditas pangan penyumbang inflasi ketika periode puasa dan lebaran tiga tahun terakhir, terutama bersumber dari kelompok ikan segar,” katanya.

Rekomendasi BI antara lain, Pertama, melakukan pemantauan harga dan stok komoditas pangan yang cenderung meningkat di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, termasuk berkoordinasi dengan pihak atau lembaga terkait. Kedua, bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada aksi penimbunan stok pangan, serta memastikan distribusi berjalan dengan baik.

Ketiga, membentuk BUMD pangan dan melakukan perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), baik di dalam maupun di luar Provinsi Bali, serta Keempat, peningkatan kualitas data harga dan stok bahan pangan di Sigapura.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menuturkan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengendalikan harga barang, yakni perlu mendekatkan produksi dengan konsumen, menggunakan produk alternatif, melakukan pemberdayaan masyarakat, serta melakukan intervensi pasar.

“Keakuratan penginputan data di website SiGapura perlu dipastikan agar informasi dapat tersampaikan dengan efektif dan efisien,” terang Bupati Suwirta.

Ditambahkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luh Ketut Ari Citrawati bahwa KAD dilakukan dimana saat ini Kabupaten Bangli, sedang penjajakan untuk melakukan KAD dengan Kabupaten Karangasem, setelah sebelumnya menjalin KAD dengan Kabupaten Bangli.

“Selain itu, Kabupaten Klungkung juga telah melaksanakan pelatihan pembuatan bubuk cabai dan mendorong masyarakat mengonsumsi bubuk cabe ketika harga cabai sedang tinggi,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung selaku Ketua harian TPID Kab. Klungkung I Gede Putu Winastra menegaskan salah satu penyebab kenaikan harga beberapa komoditas adalah penurunan produksi di sentra produksi.

“Jadi beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal ini, yakni pemantauan harga dan stok barang secara berkala, koordinasi secara intensif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pembangunan infrastruktur, lalu KAD dengan sentra-sentra produksi dari daerah lain juga perlu diperluas,” demikian tandasnya. 012


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.