MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Rektor Unud Prof. Antara Menganulir Kebijakan, Calon Maba TA 2022 Tidak Wajib Asrama

3 min read

Mahasiswa/i tetap gelar aksi damai di Rektorat Unud meski terbit SE No. 6/UN14/SE/2022.

DENPASAR, Media19.id- Aksi damai mahasiswa-mahasiswi Universitas Udayana (Unud) di pelataran internal Rektorat Kampus Unud Bukit, Jimbaran, Badung, menuai reaksi dari Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 6/UN14/SE/2022 tentang Pendaftaran Mahasiswa Baru Unud Tahun Akademik (TA) 2022/2023.

Kalangan mahasiswa/i berkumpul dengan mengenakan baju serba hitam, tetap datang ke Rektorat Unud, meski pada Rabu (13/4/2022) siang pihak rektorat telah mengumumkan SE No. 6/UN14/SE/2022 tentang Pendaftaran Mahasiswa Baru Unud TA 2022/2023.

Disebutkan atas masukan dan informasi di masyarakat terkait pendaftaran kembali calon mahasiswa baru (Maba) Unud, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan masalah pembangunan Udayana Integrated Student Dormitory, Prof. Antara selaku Rektor Unud menganulir kebijakannya.

“Setiap calon Maba Unud angkatan tahun 2022 dapat melakukan pendaftaran ulang tanpa harus mendaftarkan diri untuk bertempat tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory dan tidak diwajibkan untuk tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory,” terangnya.

Ditambahkannya terhadap calon Maba yang tetap memilih tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory, masih diberikan kesempatan untuk mendaftar melalui sistem.

“Apabila calon Maba Unud telah melakukan pembayaran untuk keperluan bertempat tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory dan selanjutnya membatalkan pilihannya untuk tinggal diUdayana Integrated Student Dormitory, maka pembayaran tersebut akan dikembalikan secara utuh oleh pihak Unud,” tegasnya.

Prof. Antara juga menyampaikan terhadap setiap calon Maba Unud yang dinyatakan lulus melalui jalur SNMPTN diberikan perpanjangan waktu pembayaran UKT sampai dengan, Senin 18 April 2022. Selain itu, setiap calon Maba Unud diharapkan hadir dalam pelaksanaan verifikasi berkas asli, tes kesehatan, dan tes bebas narkoba di tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh pihak Unud.

“Bagi calon Maba yang dinyatakan lulus melalui jalur SNMPTN, namun tengah mengikuti ujian sekolah dan telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang verifikasi berkas asli, tes kesehatan, dan tes bebas narkoba akan dilayani secara khusus pada Kamis, 28 April 2022 dari Pukul 09.00 s.d. 15.00 Wita,” tutupnya.

Meski demikian, respon aduan dan keluhan dari para orang tua calon Maba ini, tetap dikritisi kalangan mahasiswa/i yang melakukan aksi damai. Sebab mereka menganggap keputusan Rektor belum kuat, karena masih sebatas Surat Edaran (SE) dan belum berupa Surat Keterangan (SK). Diduga SE dikeluarkan hanya sebatas menjadi pembungkaman sementara terhadap calon Maba.

“Melihat pengumuman yang keluar kita harus jeli, mulai dari narasinya, kesesuaian dengan tuntutan yang dirasakan mahasiswa baru dan orangtua, dan juga legalitasnya. Jika kita melihat di SE terbitkan, itu tidak merubah apapun, karena suatu saat dengan mudah bisa diubah kapanpun. Contoh kemarin sudah ada pengumuman, sekarang muncul SE, tapi SK-nya masih tetap sama. SK-nya masih mewajibkan, itu yang harus diubah,” kata Darryl salah satu mahasiswa Unud dalam aksi damai tersebut.

Dijelaskan Darryl, bahwa verifikasi di singgungnya dilakukan secara offline dan tidak melakukan hybrid, hal ini dapat saja memberatkan para orang tua calon Maba yang diduga harus datang hadir ke Bali.

“Soal lain kita bahas terkait substansi, masih ada beberapa hal yang memberatkan mahasiswa baru, ketika kita melakukan verifikasi tentu mereka harus hadir ada di sini. Bayangkan bapak ibu, punya anak-anak kemudian anak-anaknya daftar kuliah di Udayana, bapak ibu dari luar Pulau Bali, misalnya Sumatera atau Jawa, harus ke sini hanya untuk melakukan verifikasi, lalu pulang. Berapa harga tiket dan biaya yang dikeluarkan. Udayana pernah kok melakukan secara hybrid, tapi kenapa kenapa pertanyaannya sekarang secara offline?,” jelasnya.

Pihaknya tetap turun dalam aksi damai, termasuk mengawal persoalan masalah asrama di Unud ini. Mereka pula mengakui sebelumnya sudah sempat beraudiensi bersama Wakil Rektor II dan III.

“Jadi teman-teman calon Maba dan orangtua memiliki atensi tinggi atas persoalan ini, karena memang mereka yang justru merasa keberatan. Apakah juga terkait asrama mahasiswa tetap sesuai dengan rencana sebelumnya 6.000 kamar, dan lantas jika tidak diwajibkan apa upaya rektor untuk memenuhi 6.000 kamar tersebut, ini menjadi pertanyaan kita bersama? Jangan-jangan suatu saat akan diwajibkan lagi,” tandasnya. 012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.