MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Polda Bali Libatkan Mabes Polri dan Interpol, Tindak Pelaku Agen Bodong PMI ke Turki

3 min read

Dok Pribadi - Kapolda Putu Jayan segera tindak agen bodong mempekerjakan PMI asal Bali.

DENPASAR, Media19.id- Langkah hukum melaporkan agen bodong dikelola inisial AAKRS dan KPR, atas tindak penipuan dan Human Trafficking, tentunya wajib ditindaklanjuti aparat kepolisian Ditreskrimum Polda Bali.

Advokat Putu Pastika Adnyana, SH., pada Kamis (21/4) berharap jangan sampai ada korban-korban lainnya kembali terjadi dari Bali, sebab ekonomi masyarakat sedang sulit di masa pandemi, harapan bekerja ke luar negeri tentu untuk memacu ekonomi keluarga individu menjadi lebih baik.

“Kita ingin adik-adik kita ini menjadi generasi berguna dan memang perlu kita lindungi, maka itu pemerintah harus hadir melindungi masyarakatnya. Supaya tidak ada korban-korban berikutnya, tidak hanya hari ini, tapi saya yakin ada korban lainnya, semoga Polda Bali segera memproses dan mengungkap kasus ini. Terlapor pasti tidak bekerja sendiri dan bekerja dengan kroni-kroninya,” tegas Putu Pastika di Gedung RPK Pramesti Rare Gauri Polda Bali.

KIRI-KANAN – Korban agen bodong PMI, Putu Septiana (32), Ketut Susena (29), dan didampingi Advokat Putu Pastika Adnyana, SH.  

Dari kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh inisial AAKRS yang tinggal dengan suaminya S selaku warga negara Turki, dan melibatkan oknum inisial KPR telah masuk laporannya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, SH., M.Si., sebelumnya, Selasa (12/4) lalu telah menyampaikan dan menindaklanjuti kasus PMI asal Bali yang menjadi korban penipuan di Negara Turki.

“Yang jelas demikian (pemanggilan pelaku yang ada berada di negara Turki). Posisi yang terlibat akan kita cari langsung, termasuk dengan melibatkan Mabes Polri, dan jaringan Interpol,” tegasnya.

Pihaknya mengungkapkan telah bersurat resmi menindaklanjuti kasus PMI di Negara Turki, bahkan kasus ini diakui telah ditindaklanjuti di Ditreskrimum Polda Bali.

“Kita dari Kedutaan Turki, itu sudah bersurat resmi kepada Kemenlu, dan tembusan-tembusan kepada kita yang meminta untuk mendalami yang sudah dipulangkan. Ada langkah-langkah yang kita kerjakan dan itu sudah saya instruksikan kepada pihak Dirreskrimum dan Polres Buleleng untuk menindaklanjuti,” terang Kapolda Putu Jayan.

Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, SH., M.Si.

Ia menambahkan dalam dugaan kasus penipuan PMI, oleh oknum agen bodong, kemudian menawarkan kerja dengan jumlah gaji besar, tetapi faktanya justru melakukan tindak penipuan dan Human Trafficking di Turki tidak dapat dibiarkan.

“Kami juga sudah melakukan video conference dengan Bapak Duta besar dari Turki, untuk menyampaikan hal-hal dan usaha yang harus kita tindaklanjuti, sehubungan dengan kasus-kasus,” jelasnya.

Kapolda Putu Jayan, turut melakukan pengawasan ke depan terhadap agen-agen yang akan melakukan pengiriman PMI keluar negeri. Sebab, belakangan banyak kasus agen menipu dengan menggunakan visa holiday.

“Yang jelas adalah pengawasan ya, sekarang kan sudah hidup kembali kegiatan-kegiatan PMI ini, apabila memang berangkat, edukasi secara preventif, betul ngak perusahaannya itu ngirim, jelas ngak tempat tujuannya, dan lain-lain. Kami juga melihat lokasi yang dijadikan tempat untuk penyaluran tenaga kerja. Penegakan hukum dilakukan, jika ada pasti kita tindak,” kata Kapolda Putu Jayan.

Laporan Advokat Pastika Adnyana
Advokat Pastika Adnyana menuturkan terhadap dua laporan masing-masing terhadap AAKRS dan KPR, yaitu Laporan Polisi: LP/B/100/11/2022/BALI/SPKT/POLDA BALI tertanggal 22 Februari, dan LP/B/39/III/2022/SPKT/RES.BULELENG tertanggal 16 Maret 2022.

“Kami juga sampaikan ke KBRI di Turki, Kemendagri, termasuk institusi di Pemprov Bali, kami sebelumnya ucapkan terima kasih atas respon cepat pemerintah, sehingga para korban dapat pulang ke Bali,” ucapnya.

Kini korban Putu Septiana (32), Ketut Susena (29) bersama jumlah total 25 PMI lainnya asal di Bali berjuang menuntut keadilan atas hak-hak mereka, dimana modal biaya keberangkatan dikeluarkan sangat tinggi.

Septiana dan Susena sebelumnya telah mengirimkan uang ke AAKRS dan KPR mencapai Rp25 Juta. Setibanya di Turki, dia tampung di Losmen yang berdesakan bersama para seniornya, dan lalu bekerja tidak pada bidangnya, sehingga memutuskan pulang kembali ke Bali. 012
                       

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.