MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Koster Tak Tolerir, WNA Rusia Berfoto Telanjang di Pohon Sakral Dideportasi

4 min read

Gubernur Koster dan KaKanwil Bali Kemenkumham RI Jamaruli Manihuruk deportasi dua WNA Rusia, usai telanjang di pohon sakral Desa Tua, Tabanan.

DENPASAR, Media19.id- Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, Alina Fazleeva (28) dan suaminya Amdrei Fazleev (36) dideportasi Kantor Wilayah Bali Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kanwil Kemenkumham RI), pasca viralnya Alina yang berfoto tanpa busana di pohon sakral pada objek wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan Desa Tua, Tabanan.

Alina dan Amdrei meski sudah meminta maaf terhadap masyarakat Bali dan bersedia melakukan upacara ‘Guru Piduka’ atau pembersihan secara niskala. Namun demikian, tindakannya dinilai bertentangan dan melecehkan budaya Indonesia, khususnya di Bali yang menekankan prinsip tata krama, adat istiadat, norma agama, dan kearifan lokal, sehingga keduanya langsung di deportasi.

“Hal itu tidak cukup. Saya barusan sudah mengundang Kepala Desa, Bendesa Adat, Camat, Danramil, Polsek, serta Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jadi tidak cukup dengan meminta maaf dan hanya melakukan upacara ‘Guru Piduka’. Tapi harus diberikan sanksi berupa deportasi, karena ini menyangkut kehormatan keluhuran budaya Bali yang harus ditegakan secara bersama-sama. Jadi malam ini (Jumat) langsung dipulangkan, tidak ada ampun, tidak cukup mohon maaf, tidak cukup matur Guru Piduka, tetapi harus ditindak tegas dengan cepat, malam ini langsung dipulangkan,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (6/5/2022) di Jayasabha, Denpasar.

Tindakan berfoto tanpa busana ini pula disorot tajam Gubernur Koster, bahkan dianggap tidak mencerminkan rasa hormat terhadap kultur dan tradisi adat di Bali.

“Budaya, tradisi yang ada di Bali harus dihormati oleh siapapun juga, termasuk oleh wisatawan yang ada di Bali, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” katanya.

Pihaknya memerintahkan Kepala Kanwil Bali Kemenkumham RI Jamaruli Manihuruk untuk mendeportasi pasangan suami istri tersebut ke Negara asalnya.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini tampak kesal dan tidak mentolerir melihat ulah WNA yang tidak memperhatikan dampak tindakan yang mereka lakukan.

“Kita jauh lebih penting menjaga budaya dan menghormati martabat Bali, dari pada kita mentoleransi tindakan-tindakan yang membuat budaya Bali ini terjaga dan merusak citra pariwisata Bali di mata nasional maupun di mata dunia,” tegas Koster asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pemerintah Provinsi Bali di era kepemimpinan Gubernur Wayan Koster sedang menata pariwisata Bali dengan membentuk Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali dengan tujuan untuk menjaga dan menghormati Budaya serta Tradisi yang ada di Bali.

“Selama ini yang paling banyak melakukan tindakan yang tidak etis dan bertanggung jawab adalah wisatawan mancanegara,” imbuhnya.

Menurut Koster, wisatawan yang berkunjung ke Bali diminta menghormati pariwisata Bali dan martabat bangsa Indonesia dengan budayanya. Sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pariwisata ditata memperkuat basis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

“Ini betul-betul memalukan dan tidak bisa saya biarkan, jadi oleh karena itu, saya memerintahkan Bapak Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali untuk segera melakukan deportasi terhadap wisatawan ini, agar tindakan yang tidak terpuji tersebut menjadi pelajaran bagi wisatawan. Kalau tidak tertib, tidak usah datang ke Bali,” paparnya.

Kepala Kanwil Bali Kemenkumham RI Jamaruli Manihuruk menambahkan, usai viral informasi di media sosial, pasangan suami istri tersebut ditelusuri, Rabu (4/5/2022) melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar memerintahkan Tim Seksi Inteldakim Kanim Denpasar. Kemudian, Kamis (5/5/2022) Pukul 13.00 Wita kedua WNA diperiksa dan telah diserah terima oleh pihak Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali.  

Keduanya, masuk pertama kali ke Indonesia pada Tahun 2020 dan pada Bulan November Tahun 2021, dengan maksud dan tujuan yang bersangkutan datang ke Indonesia adalah berlibur dan berinvestasi dengan mendirikan PT Art Planet Evolution yang bergerak dalam bidang pakaian dan alat musik.

Mereka pun mengaku foto viral yang diunggal dalam akun instagram pribadi milik saudari AF adalah dirinya dilakukan pada, Minggu (1/5/2022) di Obyek Wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan serta tidak mengetahui bahwa pohon tersebut merupakan tempat yang disucikan di Bali.

Pasangan suami istri ini juga mengakui bahwa tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali, karena motif yang bersangkutan adalah foto dengan tema menyatu bersama alam yang menurutnya masuk ke dalam seni dan dijadikan dokumentasi pribadi bukan komersil. Selain itu, mereka juga mengakui melakukan perbuatan tersebut secara sadar dan murni karena kehendak sendiri tanpa paksaan orang lain. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya WNA tersebut juga telah menjalani upacara adat pada, Jumat (6/5/2022) di Desa Tua, Tabanan sesuai dengan peraturan adat yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan, WNA tersebut terbukti melakukan kegiatan yang membahayakan ketertiban umum dan tidak menghormati peraturan yang berlaku sehingga akan diberikan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian dan Namanya dimasukkan dalam Daftar Tangkal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Kepada seluruh WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali, silahkan nikmati keindahan Pulau Bali. Namun, jika melakukan pelanggaran tidak akan ada tempat bersembunyi, karena setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” demikian Jamaruli. 012



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.