MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Produksi Olahan Daging dan Telur Bebek Dipacu Akademisi Unwar untuk Tingkatkan Potensi Ekonomi

2 min read

Pengolahan produksi daging dan telur bebek masih dibutuhkan peternak di Desa Belega Kabupaten Gianyar.

GIANYAR, Media19.id- Pengembangan variasi produk dan olahan berbahan dasar bebek dari para peternak telur dan pengolah daging bebek, didorong peningkatannya oleh akademisi Program Studi (Prodi) Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar).

Para akademisi memandang nilai tambah perlu ditingkatkan kembali di pasaran, di mana daging bebek dari setiap peternak dan pengolah bahan daging dapat dikembangkan menjadi olahan makanan, semacam sosis, abon, dendeng, dan makanan lainnya. Peluang tersebut sangatlah terbuka, namun belum maksimal dikembangkan. Oleh sebab itu, jika mampu berkembang secara berkala, tentu akan memberi dampak ekonomi yang lebih baik di masa pandemi Covid-19.

“Hal itu dapat dibuat olahan daging bebek, seperti bebek betutu frozen, bebek bungkep frozen, dan olahan telur bebek berupa telur asin,” ucap Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unwar, Ir. Ni Made Yudiastari, M.Si., Senin (9/5/2022) kemarin di Denpasar.

Diterangkan Yudiastari bahwa untuk memacu produktivitas peternak dan pengolah daging bebek dalam memvariasikan produk olahannya, tentu perlu dilakukan penyuluhan ke masyarakat pengelola.

Salah satu penyuluhan untuk usaha penganekaragaman olahan berbahan bebek sebelumnya telah dilakukan di Desa Belega Kabupaten Gianyar, di mana dia lakukan bersama dua rekannya Putu Yudha Asteria Putri dari Prodi Akuntansi dan I Gede Nyoman Carlos dari Prodi Manajemen Unwar. Saat itu, masyarakat cukup antusias sehingga diperlukan penyuluhan kedepannya untuk menjaga kontinuitas olahan di masyarakat.

“Potensi produk dengan cita rasa, manfaat dan nilai jual yang tinggi dimiliki oleh peternak bebek, karena itulah penyuluhan ini perlu dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” terangnya.

Dikatakan I Nyoman Polos selaku peternak bebek yang rutin memasok telur bebek di Kabupaten Gianyar, bahwa ternak yang dikelolanya berada di Desa Belega Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Sedikitnya ada 50 ekor bebek dikembangkannya, dimana hasil telur bebeknya langsung dijual ke pasar atau bisa diambil pengepul untuk dikirim kembali ke luar daerah Gianyar.

Baginya, saat ini dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang terintegrasi untuk masyarakat dalam mengelola produk olahan telur bebek. Sebab, di dalam menghasilkan produk olahan telur bebek atau produk olahan bebek, membuat dirinya selama ini hanya menjual begitu saja, tanpa diolah untuk meningkatkan nilai tambah dari telur bebek.

“Dampaknya pendapatan yang diperoleh tidak maksimal, bahkan kadang kala hanya cukup untuk mengembalikan biaya produksi,” katanya. 012


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.