MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Modus Investasi di Goldkoin Terbongkar, Rizki Adam Resmi Tersangka

2 min read

Bos PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) Rizki Adam. (Ist)

DENPASAR, Media19.id- Bos PT Goldkoin Savelon Internasional (GSI) dan Koperasi Konsumsi Keluarga Goldkoin, Rizki Adam, berujung ditahan di Mapolresta Denpasar, usai dirinya dicecar 94 pertanyaan dari penyidik unit V Satreskrim Polresta Denpasar, yang melakukan gelar perkara dan menetapkan status Rizki Adam dari terlapor menjadi tersangka, Rabu (11/5/2022).

Proses gelar perkara yang dilakukan aparat penyidik dimulai Pukul 20.05 Wita hingga Pukul 23.35 Wita, hingga di akhir pemeriksaan menetapkan Rizki Adam sebagai tersangka dalam laporan kasus dugaan modus investasi, penggelapan, dan penipuan.      

Saat gelar perkara pemeriksaan terkait pengelolaan bisnis Goldkoin tersebut, Rizki Adam didampingi penasehat hukumnya Indra Tarigan dan Ricky Kinarta Barus.

Penahanan tersebut juga dibenarkan pengacara Rizki Adam, yakni Indra Tarigan, dimana kliennya langsung ditahan di Mapolresta Denpasar. Dalam proses hukum ini dia masih menghormati peningkatan status sebagai tersangka yang dialami Rizki Adam.

“Jadi klien kami langsung ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan. Tentu saja kami menghormati proses hukum ini, kami akan menyiapkan proses selanjutnya. Kalau tadi di-BAP ada kurang lebih 94 pertanyaan,” ucap Tarigan.

Dari kronologis hukum terhadap Rizki Adam, dia baru satu kali diperiksa penyidik, dimana sempat mangkir pada, Rabu (4/5/2022) lalu ketika mendapat panggilan untuk diperiksa sebagai terlapor. Kini statusnya menjadi tersangka dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya lebih lanjut.

Sejumlah member PT GSI yang berada dalam jaringan bisnis tersebut, sempat melaporkan Rizki Adam ke Polresta Denpasar dan Polda Bali. Mereka khawatir dan merasa dirugikan secara finansial, hingga menginginkan uangnya kembali.

Diduga member dari Rizki Adam dirugikan mencapai nominal Rp 30 Juta, di Polresta Denpasar, sedangkan ada 86 member lainnya melapor ke Polda Bali atas kerugian miliaran rupiah. Jumlah member di Bali diduga mencapai 3.500 dengan dana Rp 70 miliar.

Rizki Adam diduga melalui PT GSI menjanjikan pembagian hasil investasi yang membuat para member tergiur. Setelah lama berjalan, ternyata Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa PT GSI sebagai entitas investasi ilegal dan kantornya sudah disegel aparat. Dari itulah, para member PT GSI menjadi panik dan berupaya modal yang sudah ditanamkannya kembali.

Pihak aparat Polresta Denpasar, sebelumnya telah menyegel kantor GSI di Jalan Nangka Selatan Nomor 66 A, Kelurahan Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara pada 20 April 2022 sore.

Rizki Adam ditetapkan tersangka berdasarkan laporan dugaan penipuan dan penggelapan nomor LP: LP/362/IV/2022/SPKT SatReskrim Polresta Dps/ Polda Bali tanggal 09 April 2022, dan laporan lainnya masih dalam proses berada di Polda Bali melalui Dumas/280/IV/2022/SPKT/POLDA BALI, tertanggal 8 April 2022.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo mengatakan dalam kasus yang dialamatkan terhadap Rizki Adam ini, jika memenuhi unsur pidana maka polisi akan bertindak tegas dengan menahan dan menetapkan tersangka berdasarkan hasil diperoleh penyidik saat pemeriksaan. “Jadi sementara masih satu dengan kerugian diperkirakan Rp 30 Juta. Kami melakukan tindakan status quo berupa penyegelan didampingi OJK dan Dinas Koperasi,” tegasnya. 012


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.